
Jakarta CNN Indonesia —
Gelandang Tottenham Hotspur Rodrigo Bentoncourt telah dilarang tampil tujuh pertandingan oleh Asosiasi Sepak Bola dan denda £100.000 (setara dengan R2 miliar) setelah ia kedapatan melontarkan pernyataan rasis terhadap rekan setimnya Son Heung-min.
Seperti diberitakan ESPN, boikot tersebut terjadi setelah Bentancourt melontarkan komentar yang tidak pantas di program televisi Uruguay “Por La Camiseta.” Ketika presenter Rafa Cotello meminta kaos pemain Spurs, Bentancourt menanggapinya dengan ejekan yang bersifat rasis terhadap wajah Son dan wajahnya sepupu, yang katanya “Mereka mirip.”
“Cerah [Son Heung Min]? Dia bisa jadi sepupu Sonny karena mereka semua mirip,” kata Bentoncourt.
Benton Court membantah tuduhan tersebut. Namun komite pengawas independen FA juga menemukan bukti pelanggaran Peraturan FA E3 yang melibatkan penghinaan tersirat atau eksplisit terhadap kebangsaan, ras atau etnis.
Sanksi yang diberikan hanya berlaku untuk kompetisi domestik Inggris. Artinya, mantan pemain Juventus itu masih bisa tampil di Liga Europa saat Tottenham menghadapi Roma dan Rangers.
Bentoncourt akan melewatkan pertandingan Liga Inggris melawan Manchester City, Liverpool, dan Chelsea. Ia juga gagal membela Tottenham di perempat final Piala Carabao melawan Manchester United.
Selain larangan dan denda, pemain berusia 27 tahun itu juga harus mengikuti program latihan tatap muka yang akan selesai sebelum Maret 2025.
Sebelumnya pada Juni 2024, Bentancourt meminta maaf melalui postingan Instagram atas “lelucon yang buruk”.
Dengan boikot ini Benton Court dipastikan baru bisa kembali membela Tottenham di kompetisi domestik pada 26 Desember 2024. Ini menjadi peringatan keras bagi para pemain untuk lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada publik terutama yang berkaitan dengan masalah rasial.
(Afrika/Jal)