
Jakarta, CNN Indonesia —
Puasa Gaza adalah puasa yang dilakukan umat Islam sebagai pengganti puasa yang mereka lakukan selama bulan Ramadhan.
Bacaan Niat Buka Puasa Senin dan Kamis Jika puasa Ramadhan ingin berbuka pada dua hari tersebut, maka hendaknya dibaca pada malam hari.
Yang wajib berbuka adalah mereka yang tidak bisa berpuasa pada bulan Ramadhan karena sakit, bepergian atau bepergian, dan wanita yang berniat berpuasa pada hari Senin-Kamis.
Pada hari Senin sampai Kamis, waktu membaca niat puasa adalah pada malam hari, yaitu sejak matahari terbenam hingga terbit fajar. Berikut bacaan berbuka puasa senin dan kamis
Nawaitu Shawma Shahristani Ramadhan al-Madi, Allazi Alayya Fardun, Shawma Shahri Ramadhan al-Mutabaki Minhu, Fi Hadza al-Yawmi al-Mubarak al-Musadiq al-Isnain, Lillahi Ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa pada hari ini, dengan izin Allah Ta’ala, bertepatan dengan hari Senin Agung, yang belum aku ubah dari puasa Ramadhan tahun lalu.”
Ditujukan untuk crash cepat pada hari Kamis
Nawaitu Shawma Shahri Ramadhan al-Madi, Allazi Aleya Fardun, Shawma Shahriyati Ramadhan al-Mutabaki Minhu, Fi Haza al-Yawmi al-Musadiq al-Khamis, Lillahi Taala.
Artinya: “Aku niat berpuasa pada hari ini, sesuai dengan keagungan Allah Ta’ala, yang padanya aku tidak mengganti puasa Ramadhan tahun lalu.”
Qaza puasa Ramadhan harus dilakukan pada hari selain Ramadhan. Umat Islam boleh melakukannya pada hari Senin dan Kamis. Namun bagaimana jika Anda ingin memadukan puasa Ramadhan dengan puasa Senin-Kamis?
Hukum puasa Senin-Kamis adalah Sunnah, dan puasa darurat adalah wajib. Mengutip dari buku “Fiqih Niat”, penggabungan niat dua ibadah antara Sunnah dan Wajib berarti ibadah yang satu sah dan ibadah yang lain batal.
Oleh karena itu, jika menjalankan puasa wajib Ramadhan pada hari Senin dan Kamis yang termasuk puasa Sunnah, maka puasa tersebut termasuk puasa wajib.
Inilah sahnya niat berbuka puasa senin dan kamis. Saya harap ini bermanfaat! (juh/juh)