
Jakarta, CNN Indonesia —
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 02, Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Aswadin, dibacok saat pencoblosan, Rabu pagi (27/11).
Proses pemungutan suara terhenti karena kondisi di sana tidak sesuai.
“Saat kejadian itu, proses pemungutan suara dihentikan sementara,” kata Kepala Dinas Sosial, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Bima, Rizal Mukhlis, Rabu (27/11).
Rizal mengatakan, proses pemungutan suara berjalan lancar saat pertama kali dibuka pada pukul 07.00 WITA. Suasana mencekam sekitar pukul 08.30 WIB saat Aswadin dibacok.
Saat itu, penyerang yang masih belum diketahui identitasnya tiba-tiba datang dan langsung menebas Aswadin.
Saat ini korban sudah dilarikan ke RSUD Bima. Dan kasusnya ditangani Polsek Woha, ujarnya.
Setelah sekitar 40 menit, proses pemungutan suara dimulai kembali.
“Akan dimulai kembali pada pukul 09.10 WITA dengan enam anggota KPPS,” ujarnya.
Baca cerita lengkapnya di sini.
(kedua/ugo)