
Jakarta, CNN Indonesia –
Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh waktu, sedangkan ibadah dilakukan di Tanah Suci yang dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.
Ada beberapa Tawaf yang wajib dilakukan umat Islam selama berada di Baitullah. Jenis tawafnya adalah tawaf qudum, tawaf ifadah, tawaf wada dan tawaf sunnah.
Dalam kitab Fiqih kelas VIII yang dimaksud dengan mengelilingi adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dimulai dan diakhiri pada batu hitam.
Tawaf termasuk dalam rukun haji yang disebut Tawaf ifadah. Saat melakukan tawaf, jamaah diinstruksikan untuk melakukan beberapa hal.
Pertama, Tawaf harus dilakukan dengan berjalan kaki, kecuali bagi yang lemah. Kemudian cium Hajar Aswad atau cium Hajar Aswad setiap kali melewatinya.
Kemudian berjalan cepat pada tikungan 1-3 dan berjalan normal pada tikungan 4-7. Kemudian melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah Tawaf di belakang makam Ibrahim. Semua aspek Tawaf
Merujuk pada website NOW Online dan situs lainnya, berikut jenis wisata dan lokasinya yang sebaiknya dilakukan oleh umat Islam. Tawaf Qudum
Tawaf qudum atau Tawaf sampai adalah Tawaf yang dilakukan ketika memasuki Mekkah, sebelum Wuquf dilakukan. Amalan tawaf qudum adalah wajib, sehingga jika tidak dilakukan maka ia harus mengeluarkan biaya pool. Tawaf ifadah
Tawaf ifadah atau dikenal juga dengan Tawaf Haji atau Tawaf ziarah adalah Tawaf yang dilakukan jamaah haji ketika kembali ke Makkah setelah melakukan amal wukuf, mabit dan muntah jamrah.
Tindakan tawaf ifadah adalah wajib; jika tidak maka akan membatalkan ibadah. Terima kasih
Tawaf wada merupakan tawaf perpisahan sebelum jamaah haji meninggalkan Makkah. Hak wada sekitar diperlukan. Sunah tawaf
Sunnah pradaksina adalah pradaksina yang dilakukan saat memasuki Masjidil Haram. Sunnah Tawaf tidak ada hubungannya dengan haji atau umrah dan dilakukan di tempat Masjid Tahiyyatul.
Syarat Tawaf
Syarat-syarat dalam melakukan tawaf banyak sekali, berikut syarat-syaratnya: 1. Melengkapi tata tertib shalat
Syarat pertama dalam berkhianat adalah memenuhi seluruh syarat shalat, yaitu kesucian, niat, menutup aurat, dan lain-lain, kecuali pada saat berkhianat, jamaah tetap memperbolehkan berkomunikasi dengan orang lain, sesuai dengan hadis Nabi.
Artinya: “Tawaf di sekitar Baitullah sama dengan shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara dalam tawaf.” Pergi ke kiblat
Kemudian bahu kiri lurus menghadap kiblat, tanpa memutar ke arah lain, sebagaimana ditegaskan Imam Abu Ishak As-Syrazi dalam Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i (Damaskus: Darul Qalam, 1992), Bagian I, halaman 403.
Artinya: “Imam Syafi’i berkata dalam pendapat terakhirnya: ‘Perlu membalikkan seluruh badan, karena yang diwajibkan dalam hal ini adalah menghadapkan badan ke arah Rumah, kemudian wajib menghadap Ka’bah dalam shalat. ” 3. Tidak kurang dari tujuh putaran dilakukan
Tawaaf harus dilakukan dengan tujuh putaran sempurna. Jika ada perubahan yang dihilangkan, maka tawafnya tidak sah.
4. Mulai dan berhenti di Hajar Aswad
Tawaf sebaiknya dilakukan dari Hajar Aswad dan berhenti di Hajar Aswad, dengan Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang melakukan Tawaf. Tawaaf juga harus dilakukan di luar Ka’bah; dia tidak bisa tinggal di dalam.
Inilah jenis-jenis tawaf dan acaranya. Jenis tawafnya adalah tawaf qudum, tawaf ifadah, tawaf wada dan tawaf sunnah. Semoga itu bisa membantu! (yuh/yuh)