
Jakarta, CNN Indonesia –
Rusia melakukan intervensi ketika pemberontak di wilayah Hayat Tahrir al-Sham Suriah kembali menyerang pemerintahan Bashar al-Assad.
Setidaknya dua sumber militer Suriah menyebutkan dua pesawat tempur Rusia membantu mereka menyerang pemberontak di Idlib pada Minggu (1/12) malam waktu setempat.
Warga mengatakan salah satu serangan terjadi di kawasan pemukiman di pusat Idlib. Kota ini merupakan wilayah terluas di provinsi Idlib di perbatasan Turki dan merupakan kamp pemberontak.
Tim penyelamat juga melaporkan bahwa sedikitnya tujuh orang tewas dan banyak lainnya terluka dalam serangan itu.
Sehari sebelum kejadian ini, pesawat Rusia dan Suriah mengebom kota-kota lain di provinsi Idlib.
Pasukan dari kedua negara mengatakan mereka menargetkan tempat persembunyian pemberontak dan membantah menyerang warga sipil.
Serangan udara Rusia di Suriah terjadi setelah pemberontak menyerang bagian timur provinsi Idlib, Aleppo, pada Jumat malam.
Kelompok ini mengklaim menguasai beberapa wilayah dan bergerak maju ke selatan Aleppo.
Mereka juga merebut kembali Khansir dalam upaya memotong jalan menuju Aleppo untuk tentara.
Pemerintahan Assad kemudian melepaskan pasukan untuk melawan pemberontak.
“Teroris hanya tahu bahasa kekerasan, atau dengan bahasa itu kami akan menghancurkan mereka,” kata Assad dalam pernyataan pemerintah yang dikutip Reuters.
Menyusul serangan yang sedang berlangsung, tentara Suriah mengatakan telah berhasil merebut kembali beberapa kota yang dikuasai pemberontak. (Isa/Bak)