
Makassar, CNN Indonesia —
Ulil Rayanto Anshar, Kepala Divisi Kriminal Polres Solok Selatan, mengatakan keluarganya berencana menikahi pacarnya pada tahun depan.
Sepupu korban, Feri Mangin (59), saat pemakaman, Jumat, 22 September, mengatakan, “Rencananya kami akan menikah tahun depan.
Menurut Feri, pihak keluarga sudah mengenal baik calon istri AKP Ulil yang saat ini menjabat anggota Polri yang bertugas di Jakarta.
“Dia juga (anggota Polri) kerja di Intelkam Polri Jakarta. Rencananya dia akan menikah (tahun depan). Keluarganya sudah kenal,” ujarnya.
Feri mengatakan AKP dikenal sebagai sosok yang teliti dalam menjalankan tugasnya baik sebagai anggota Brimob Polda Jateng maupun sebagai Kasat Reskrim Polres Solok Selatan.
“Kalau Ryan ‘lambusuki’ (aksen Makassar) tidak bisa diajak negosiasi.” Jadi bisa ada risiko dan konsekuensinya,” jelasnya.
Pantauan fun-eastern.com, pantauan WITA di pemakaman pada pukul 00.38 menunjukkan pihak keluarga mulai bersiap mengambil jenazah yang kini telah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Jenazah almarhum sudah sampai di bandara dan dalam perjalanan menuju pemakaman, kata salah satu anggota keluarga.
Kapolda Sumbar AKBP Surhayono mengatakan, di Solok Selatan terjadi baku tembak dengan anggota polisi hingga Kepala Satuan Reserse Kriminal Solok Selatan Ulil Rayanto Anshari tewas.
Ia mengatakan, pelaku penembakan merupakan petugas operasional Polres Solok Selatan yang kemudian diketahui bernama AKP Dadang Iskandar. AKP diduga menembak Dadang karena tidak setuju dengan penegakan hukum penambangan liar saat korban C sedang menggali.
Suharyono kepada wartawan di Padang, Sumatera Barat: “Tadi malam terjadi hal yang tidak terduga seperti yang saya sebutkan tadi. Salah satu polisi yang menjabat Kepala Bagian Operasional melakukan sesuatu yang sangat tercela dan menjijikkan.” Jumat (22/11).
Suharyono mengatakan, peristiwa itu terjadi karena Kapolres tidak mengizinkan tindakan penegakan hukum yang dilakukan korban penambangan liar di Solok Selatan.
Ia pun membenarkan, Kepala Bagian Operasional menjadi tersangka penembakan tersebut. Dia menyerahkan diri tak lama setelah menembak korban.
“Belum lama ini, tersangka juga telah menyerahkan diri ke Polda dengan upaya tertentu dan kini kami aktif mendalami motifnya,” ujarnya. (mir/pta)