
Jakarta, CNN Indonesia —
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Mifta Maulana Habibur Rahman segera melaporkan harta kekayaannya (LHKPN) karena ia telah dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerukunan Umat Beragama dan Pembangunan Tempat Keagamaan.
Yang bersangkutan belum melaporkannya, kata Juru Bicara KPK Budi Prosetio usai dikonfirmasi melalui keterangan tertulis, Rabu (12/4).
Budi mengatakan, enam dari 15 utusan khusus atau penasihat khusus atau staf khusus sudah melaporkan LHKPN, sedangkan sembilan lainnya belum melaporkan.
Sejak pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI pada Selasa 22 Oktober, Miftah wajib melaporkan harta kekayaannya sesuai ketentuan yang berlaku. Ada jangka waktu paling lama tiga bulan sejak tanggal pengangkatan atau penunjukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Miftah mendapat kecaman publik saat tertangkap video sedang mengolok-olok seorang lelaki tua penjual es teh di pelajaran Bersholawat Magelang beberapa saat sebelumnya.
Dalam video tersebut, Miftah yang merupakan penjaga Pondok Pesantren Ora Aji berbicara kasar kepada pengusaha tersebut.
“Es tehmu isek ok ora (es tehnya masih banyak)? dulu, nanti kalau masih belum laku ya, untunglah),” kata Gus Miftah kepada penjual es teh dalam video tersebut.
Beberapa netizen menafsirkan ucapan Miftah sebagai sebuah penghinaan. Pengacara Gus Miftah, Hardian Saxona, justru menyebut ucapan Miftah hanya sekedar gurauan belaka.
“Itu adalah gaya bercanda atau gaya bahasa dalam penyampaiannya, dalam menyampaikan sebuah cerita yang dimaknai melalui isyarat,” kata Hardian dalam video yang dirilis Selasa (3/12), yang menurut Gus merupakan intermezzo dan menarik perhatian masyarakat luas. ,
Baru-baru ini, Miftah meminta maaf.
Ia mengaku sering tertawa dan bercanda dengan semua orang. Namun, ia sadar bahwa ia harus meminta maaf atas leluconnya dengan penjual es teh tersebut.
“Saya Miftah Maulana Habibur Rahman, menyikapi apa yang menjadi viral hari ini, pertama-tama dengan rendah hati, saya mohon maaf atas kesalahan saya,” tulis Miftah di TikTok @hasannasbi, Rabu, diunggah ulang oleh Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Said di sebuah video dibuat. 12)
(RIN/DAL)