
Jakarta, CNN Indonesia
TNI akan membentuk Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) di setiap Markas Besar Daerah (Kodam) di seluruh Indonesia.
Presiden TNI Agus Subiyanto mengatakan PRCPB menunggu bantuan mitigasi bencana alam di wilayah tersebut.
“TNI akan membentuk PRCPB. Jadi masing-masing Kodam akan mempunyai satu batalion menunggu PRCPB, dan jika terjadi bencana di daerahnya maka pasukan tersebut akan bergerak cepat,” kata Agus usai menerima sejumlah 24 pasukan TNI asal Filipina di Halim . Pangkalan TNI AU Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/10).
Sementara terkait erupsi Gunung Api Lewatobi Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), dia menjelaskan TNI telah menyiapkan dapur lapangan dan mengirimkan tenaga medis.
“TNI mengoperasikan dapur lapangan, kemudian kesehatan, dan TNI juga bekerja sama dengan instansi lain seperti BNPB, kepolisian dan kementerian lain, Kementerian Sosial dan kementerian lain juga ada di sana,” ujarnya.
Lewatobi Laki meletus pada Senin (4/11). Sepuluh orang tewas dalam kecelakaan itu.
Berdasarkan data BNPB hingga Sabtu (9/11), sebanyak 11.445 warga mengungsi di beberapa titik pengungsian di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka.
Di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Titehena berjumlah 5.838 orang, Kabupaten Wulanggitang 1.263 orang, Kabupaten Demon Pagong 302 orang, Kabupaten Larantuka 296 orang, dan Kabupaten Ile Mandiri 20 orang.
Lalu di Kabupaten Ilebuira 127 orang, Kabupaten Lewolema 23 orang, dan Pulau Adonara 12 orang. Sedangkan di Kabupaten Sikka sebanyak 3.564 orang mengungsi.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki tidak melakukan aktivitas apapun di radius 7 km dari pusat erupsi Lewotobi Laki dan radius 7 km arah utara-timur laut dan 7 km timur laut. (yoa / kesana kemari)