
Jakarta, CNN Indonesia —
Genbest Talk kembali hadir di kalangan kaum muda dan mengajak mereka untuk bersatu dalam melawan penundaan. Genbest Talk menyoroti perwakilan nasional, pejabat daerah, dan pakar kesehatan, menunjukkan pentingnya peran pemuda sebagai pendorong perubahan menuju Generasi Emas 2045.
Bambang Dwi Angono, Direktur Departemen Informasi dan Komunikasi, Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), saat membuka acara menegaskan, generasi baru adalah kunci pembentuk masa depan bangsa.
“Generasi muda bisa mengubah nasib suatu bangsa, maka hilangkan segala hal yang negatif dari generasi Anda. Hal-hal yang tidak Anda sukai di sekitar Anda dalam hidup akan masuk ke dalam diri Anda dan tidak akan pernah terulang lagi,” kata Bambang di Pembukaan Genbest Takk di Sorong, Papua Barat Daya pada Kamis (12/12).
Oleh karena itu, Bambang berpendapat, kesadaran generasi baru terhadap hal-hal positif harus dilakukan sejak dini. Salah satunya terus menyosialisasikan stunting kepada masyarakat luas agar permasalahan stunting generasi sekarang bisa teratasi.
“Khusus perempuan, jangan ragu untuk mengonsumsi pil penambah darah karena bukan hanya faktor ekonomi dan kemiskinan saja, tapi juga kesadaran sehat atau tidaknya,” ujarnya.
Bambanga pun berharap para peserta dapat memanfaatkan acara tersebut dengan maksimal.
“Salah satu ciri generasi hebat adalah berani bersuara dan mengambil peluang. Anda mempunyai kesempatan untuk hadir, jadi jika Anda tidak bisa memanfaatkan kesempatan itu, Anda kehilangan peluang lain,” ujarnya. .
Senada dengan itu, Bernhard Eduard Rondonuvu, Pj Wali Kota Sorongo, mengatakan Kota Sorongo saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik permasalahan lingkungan, kependudukan, dan kesehatan masyarakat.
“Kalian generasi muda adalah keturunan kota Soron. Masa depan kota ini ada di tangan kalian. Jadilah generasi bersih yang peduli lingkungan dan kesehatan,” tegasnya.
Soal lingkungan hidup dan kebersihan Kota Sorong, Bernhard memiliki keinginan kuat untuk mengubah kesan buruk Kota Sorong yang kerap dianggap sebagai kota paling kotor dan terendam banjir.
Yang juga memprihatinkan adalah pertumbuhan penduduk di Kota Sorong yang terus bertambah. Saat ini, pertumbuhan penduduk sekitar 300 ribu jiwa menjadikan Sorong sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia bagian timur.
Berbicara mengenai kesehatan, Bernhard menekankan pentingnya pola makan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ia mengapresiasi program makan siang bergizi di sekolah sebagai langkah strategis menurunkan angka stunting.
Senada dengan itu, Petrus Meok, perwakilan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya, mengungkapkan bahwa kurangnya informasi menjadi salah satu faktor utama penghambat pertumbuhan.
“Kita bisa mengalahkan prokrastinasi jika kita memperdalam pengetahuan tentang prokrastinasi, sebab dan akibat yang ditimbulkannya,” ujar Petrus yang menjadi salah satu pembicara.
Menurut Petrus, sejatinya Papua sendiri pada hakikatnya sangat kaya akan sumber pangan bergizi baik nabati maupun hewani yang dapat menjadi solusi mengatasi permasalahan stunting.
“Ini hanya masalah mendidik generasi muda kita tentang cara menangani makanan pokok agar lebih menarik dan menyenangkan,” tambahnya.
Sementara itu, dokter ahli dan influencer Rita Ramayulis yang juga terlibat sebagai narasumber menekankan pentingnya konsumsi makanan padat gizi di kalangan remaja sebagai langkah awal untuk menghilangkan pertumbuhan.
Menurutnya, jika seorang remaja tidak mengatur pola makannya sesuai pola makan seimbang, maka ia berisiko tinggi mengalami generasi stunting.
“Jadi pola makan seorang remaja menentukan seberapa bergizi dia ketika menikah dan punya anak. Jadi kita ingin memutus mata rantai keterlambatan remaja,” imbuhnya kemudian.
Rita juga menegaskan, pertumbuhan penduduk pada tahun 2045 hanya dapat tercapai jika gizi remaja masa kini terpelihara dengan baik sehingga menjadi generasi pembentuk bangsa di masa depan.
FYI, selain berdiskusi tentang penundaan dengan generasi muda di Sorong, Genbest Talk juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti lokakarya pembuatan konten yang mendidik dan menarik yang dipimpin oleh pembuat konten Matt Junior.
Genbest yakni Generasi Bersih dan Sehat sendiri merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (KPK) Kementerian Komunikasi dan Teknologi yang bertujuan untuk mendorong generasi baru agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Melalui laman resmi genbest.id dan media sosial @genbestid, Genbest menyajikan berbagai informasi seputar tumbuh kembang, kesehatan, gizi, tumbuh kembang anak, kebersihan, kesiapan menikah dan reproduksi remaja dalam bentuk artikel, infografis, dan video. (ori/ori)