
Jakarta, CNN Indonesia —
Kepala Badan Reserse Polri Kombes Pol Wahyu Widada buka suara terkait kesenjangan statistik kasus polisi yang menembak siswa SMK di Semarang, Jawa Tengah.
Terkait permasalahan tersebut, Wahyu mengaku memerintahkan aparat Bareskrim untuk memberikan bantuan penanganan kasus anggota Satuan Pengawasan Narkoba Polres Semarang, Aipda, Robig Zaenudin yang menembak bersamanya siswi SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO ). teman-teman Dalam peristiwa penembakan tersebut, Gamma tewas dan dua rekannya mengalami luka-luka.
Wahyu meyakinkan penyidikan akan dilakukan sesuai ketentuan hukum.
“Sehingga dilakukan secara teknis, ilmiah dan memberikan kredibilitas kepada masyarakat,” ujarnya kepada pers, Jumat (6/12).
Wahyu menyatakan, akan dilakukan penyidikan menyeluruh terkait dugaan perbedaan pendapat antara Kompol Irwan Anwar dan Kapolda Jawa Tengah Aris Supriyono.
Kita lihat ke depan, kalau ada perbedaannya, kata ketiga kapolsek itu.
Selain itu, Wahyu mengaku tidak menutup kemungkinan pihaknya juga akan mengundang Kapolda Semarang Irwan Anwar untuk menjawab pertanyaan.
Berdasarkan ketentuan, sesuai arus yang ada, sesuai bukti-bukti, nanti akan kita selidiki, ujarnya.
Sebelumnya, seorang siswa SMK bernama GRO meninggal dunia akibat luka tembak di badan. Keluarganya memakamkan warga Kembangarum, Semarang di Sragen pada Minggu (24/11) malam.
Sebelumnya, Kompol Irwan Anwar menyatakan, Aipda Rolig menembak GRO saat ingin melerai tawuran kelompok Tanggul Pojok dan kelompok Seroja.
Namun saat hendak melakukan pembubaran, lanjut Irwan, anggota yang bekerja di Badan Narkotika beberapa kali diserang oleh gerilyawan bersenjata.
Hal ini membuat anggota kelompok tersebut melepaskan tembakan dan mengenai pinggang Gamma hingga menyebabkan kematian siswa tersebut.
Pernyataan berbeda disampaikan Kepala Propam Polda Jateng Kompol Aris Supriyono dalam sidang di DPR. Ia mengatakan, penembakan Aipda Robig tidak ada hubungannya dengan kejadian yang menimbulkan kontroversi tersebut.
“Dalam perjalanan pulang, kami menemukan mobil yang dibuntuti tersangka pelanggar, dan dia ditabrak. Akhirnya tersangka melanggar pelanggaran dan menunggu ketiga orang itu kembali, atau setidaknya begitu senjatanya. katanya.
(tfq/putri)