
Jakarta, CNN Indonesia —
Neta berencana memberhentikan 400 pekerja di Thailand sebagai bagian dari rencana restrukturisasi bisnisnya.
Hozon Auto yang berbasis di Shanghai dikatakan kesulitan dengan likuiditas karena penjualan di Thailand turun lebih dari 45 persen tahun ini.
Neta Auto Thailand belum mengonfirmasi adanya PHK ratusan karyawannya.
Neta harus menelan pil pahit ini setelah sebelumnya terpaksa menutup pabrik produksinya di Zhejiang selama setengah bulan karena mobilnya kurang populer di China.
Mengutip Nation Thailand, Jumat (27/12), Neta Auto Thailand menggunakan pabrik perakitan Bangchan untuk memproduksi mobil listrik Neta di Thailand.
Sumber tersebut mengatakan PHK tersebut termasuk karyawan Neta Auto (Thailand) dan Majelis Umum Bangchan yang bekerja di pabrik di distrik Min Buri Bangkok.
Neta Auto melaporkan penurunan penjualan sebesar 45,8 persen (Januari hingga November 2024) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini perseroan mengapalkan Neta V, Neta VII, dan Neta sebanyak 6.534 unit
Menurut platform intelijen bisnis Creden Data, Neta Auto (Thailand) mengalami kerugian bersih sebesar 1,8 miliar baht pada tahun 2023, sedangkan labanya mencapai 80,77 juta baht pada tahun lalu.
Dalam lima tahun sejak berdirinya (2019-2023), perseroan telah memperoleh total pendapatan sebesar 7,78 miliar baht dan akumulasi kerugian sebesar 1,72 miliar baht.
(tim/mikrofon)