
Jakarta, CNN Indonesia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NDIP Hasto Kristianto mengangkat isu mundurnya partainya yang berambisi berkuasa dan berupaya mengubah konstitusi untuk memperpanjang masa jabatan menjadi tiga periode.
Pernyataan itu disampaikan Hasto dua hari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan suap dan penyidikan pada Selasa (24 Desember).
Hasto mengapresiasi keteguhan sikap pimpinan partai Jenderal Megawati Soekarnoputri yang menolak keras keinginan kader yang diberhentikan untuk memperpanjang masa jabatan presiden beberapa waktu lalu. Menurut Hasto, sikap inilah yang harus dipatuhi oleh seluruh kader, termasuk dirinya.
“Ketika muncul berbagai bentuk intimidasi agar tidak mencopot sosok yang berambisi kekuasaan, sehingga dilanggar konstitusi, boleh dikatakan dengan memperpanjang masa jabatan 3 periode atau memperpanjang masa jabatan, agar tidak untuk menghapusnya,” kata Hasto dalam video yang disiarkan pada Kamis 26 Desember: “Demi Konstitusi, Ibu Mega teguh membela demokrasi.”
Dalam keterangannya tersebut, Hasto memaparkan biografi Cindy Adams tentang pemasang iklan yang juga presiden pertama RI, Sukarno (Bung Karno) yang terbit pertama kali pada tahun 1966. Menurutnya, seluruh pegawai kini sudah diperkenalkan. Bab sembilan buku ini.
Ia mengatakan, Bung Karno menganut prinsip non-kooperatif saat mendirikan Partai Nasionalis Indonesia. Hasto mengatakan penjara merupakan impian kemerdekaan dan berdirinya Indonesia.
“Demi cita-cita Indonesia merdeka, agar rakyat yang berdaulat bisa bersatu, berkumpul, dan mengutarakan pendapatnya, penjara juga menjadi sarana dan bagian dari pengorbanan demi cita-cita tersebut,” kata Hasto.
Ia menambahkan, “Inilah nilai-nilai yang diperjuangkan seluruh kader partai.”
Sementara itu, lanjut Hasto, ketika aparat penegak hukum dan sumber daya pemerintah digunakan untuk kepentingan politik praktis, maka seluruh kader tidak punya pilihan selain melawannya.
Hasto menegaskan pihaknya tidak akan menyerah. Sebab, ia mengaku sudah menyiapkan skenario terburuk menghadapi berbagai bentuk intimidasi baik formal maupun informal.
“Oleh karena itu, kami tidak akan pernah menyerah. Baik melalui proses intimidasi formal maupun informal, kami siap menghadapi risiko terburuk,” kata Hasto.
Karena seperti Bung Karno, masuk penjara adalah bagian dari pengorbanan cita-cita, lanjutnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Hasto sebagai tersangka kasus dugaan suap dan penghalangan penyidikan terhadap mantan calon legislatif PDIP Harun Masika yang kini masih buron. Namun, PDIP menilai penunjukan Sekjen secara politis sangat sensitif.
Namun Ketua KPK Sitio Budianto membantah adanya politisasi hukum dalam kasus ini. Menurut dia, masuknya Hasto sebagai tersangka merupakan hasil pengumpulan bukti yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini.
“Hanya sekarang karena cukupnya alat bukti seperti yang saya jelaskan di awal, penyidik lebih percaya diri,” kata Setiu dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/12).
(III/anak)