
Jakarta, CNN Indonesia.
Wali Kota Semarang Heverita Gunyanti Rahayu alias Ita hadir dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Ita sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tersebut.
Permohonan terdaftar dengan nomor berkas: 124/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL.
Pemohon: Heverarita Gunaryanti Rahayu. Termohon: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, kata Humas PN Jaksel Juamto saat mengkonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (12/6).
Kasus ini akan diadili dan diadili oleh hakim tunggal, Jan Octavianus. Ujian perdana akan dilaksanakan pada Senin, 16 Desember 2024.
Ita dan tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang atau jasa oleh Pemerintah Kota Semarang tahun 2023-2024, dengan dugaan pemerasan pejabat pemerintah untuk mendapatkan insentif pengumpulan pengaduan. Pajak dan Bea Daerah. Untuk Kota Semarang serta dugaan penerimaan tip tahun 2023-2024.
Menurut sumber fun-eastern.com yang mengetahui penanganan kasus tersebut, tiga tersangka lainnya adalah suami Ita, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Alwin Basri, serta perorangan bernama Martono dan Rachmat.
Mereka dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.
Tim penyidik KPK menggeledah sedikitnya 10 rumah dan 46 kantor dinas serta perusahaan mesin daerah untuk mencari barang bukti.
KPK telah menerima sejumlah bukti yang diduga terlibat dalam kasus yang sedang diselidiki. Mulai dari dokumen APBD 2023-2024, dokumen pengadaan masing-masing instansi, hingga nilai Rs dan Euro. (ryn/tidak)