
Jakarta, CNN Indonesia –
Politisi Partai Jerindra Marur Sirait (ARA) mengingatkan PDIP untuk menghormati proses hukum Hassto Christiano menyeret Sekretaris Jenderal ke KPK.
ARA menjawab pernyataan PDI bahwa pernyataan Hasto tersangka dicurigai.
“Saya pikir kami menghormati hukum,” kata Rabu (12/25) di Ara Jakarta.
Dia ingat bahwa Indonesia adalah hukum hukum. Oleh karena itu, ARA meminta agar semua pihak harus menghormati dan mengikuti proses hukum saat ini.
Dia berkata, “Ini adalah hukum hukum. Kami menghormati hukum. Biarkan proses hukum berlanjut. Negara ini, Hukum Komandan. Saya pikir kita harus melanjutkan,” katanya.
Pada kesempatan itu, ARA mengatakan bahwa untuk semua orang yang dapat menemukan cermin saya, kompetisi adalah Rp 8 miliar, masih berlaku. Katanya sebelum November lalu.
Dia berkata, “Berlaku untuk mereka yang bisa menangkapnya. Siapa yang bisa menangkap, menangkap majalah rancangan dalam ukuran negara ini,” katanya.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Christiano dinobatkan sebagai tersangka dalam kasus kasus suap yang terdiri dari mantan kandidat Pip Harun Masquit dan mantan Komisaris KPU Vaiau Setanwan. Dia juga diduga menyelidiki atau menghalangi keadilan.
Presiden PDIP DPP Rony Talepesi menuduh bahwa karakter Hasto dikriminalisasi dan ditandai oleh tersangka untuk meningkatkan sistem hukum nasional.
Menurutnya, suap cermin saya secara tidak benar atau secara permanen memiliki kekuatan hukum dan para terdakwa telah menyelesaikan hukuman. Dia berpikir bahwa dari gugatan ke singkong, dia tidak menemukan bukti bahwa Hasto telah ditambahkan ke kasus -kasus suap Wahu Setian.
“Kami menduga bahwa KPK tidak menyebutkan bukti baru dari ujian berikutnya pada tahun 2024, mengingat ada upaya untuk memaksa atau mengkriminalisasi,” kata Ronnie.
(TFQ/TSA)