
Jakarta, putra Indonesia –
Larangan resmi di Gunung Gunung, gunung gunung, dibebaskan oleh Badan Lingkungan Cherry.
Pada hari Sabtu (11/1) dalam pernyataan resminya, kepala kepala kepala kantor kantor Bali CLC, yang menyewakan larangan pendakian Agubung digunakan dalam kondisi meteorologis yang ekstrem.
Pesan diambil Circular (SE) N.24.500.4.1 / 95 / UPTD.KPHBT / DKLH, 2025
Kebijakan ini menyimpang dari laporan berbagai negara tentang peningkatan risiko keamanan karena senjata berat dan badai di daerah punkak di Gunung Agung Crater.
“Alpinis disarankan untuk tidak mengambil langkah -langkah untuk menempatkan Agung, seperti hujan lebat, badai, atau potensi meteorologi ekstrem lainnya, yang dapat membahayakan antest.
Kemudian, pada titik kedua, layanan CRC Bali memberikan kesempatan untuk pergi ke Gunung Aguung, karena mereka memiliki pengalaman dan memiliki pengetahuan tentang jalur pejalan kaki dan kondisi lingkungan.
Selain itu, para pendaki diminta untuk membuat semua aturan yang berlaku dan mengikuti posisi petugas untuk memastikan keamanan selama perjalanan.
Menyewa pemandu pendaki dan wisatawan mengikuti informasi cuaca BMKG dan keamanan pendakian harus selalu diperhitungkan.
“Sosialisasi komunitas dan pendaki adalah prioritas untuk kemungkinan risiko untuk meminimalkan peristiwa negatif,” jelasnya.
“Kami berharap bahwa semua negara yang berafiliasi dapat mendukung dan mengimplementasikan keluhan ini dengan tanggung jawab penuh,” sewa melanjutkan.
Untuk mendapatkan informasi tambahan tentang pengembangan Gunung Agung, masyarakat dapat menghubungi kepala kegiatan teknis Departemen Manajemen Kehutanan di Bali Timur, yang membuat Mahartha di 08125651052.
Pemerintah Bali menekankan bahwa partainya atau karyawannya tidak menerima hadiah dalam bentuk individu atau lembaga.
“Jika ada penyimpangan yang dibuat oleh karyawan kami setelah menerima layanan, dilaporkan melalui bukti otentik, www.lapor.go.id,” kata Rentine. (WIW)