
Makasar, CNN Indonesia –
Walikota Maksar Mohan “Danny” Pomanto menolak untuk mengeluarkan SHGB (Laut Selatan Sulawesi Selatan.
“Jika namaku ada di sana, katakan saja! Saya tidak takut. “Danny memberi tahu wartawan pada hari Kamis (1/30).
Danny menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan tanah laut di kota Makau, terutama di selatan selatan selatan. Setiap tindakan yang terkait dengan tanah harus dilakukan dengan izin yang benar.
Dia berkata, “Laut tidak boleh dimakamkan tanpa izin. Ada proses tanpa bahagia.”
Danny mengakui bahwa dia terkejut dengan praktik sertifikat yang terkait dengan tanah air yang mudah diterbitkan dalam makar.
Dia berkata, “Ini adalah sertifikat minyak. Mudah dilihat. Saya akan menunjukkan nanti (tapi). Ini akan salah untuk politik,” katanya.
Danny memanggil Kantor Tanah Nasional (BPN) untuk mengungkapkan semua nama yang terlibat dalam kasus ini.
“Jika ada yang terlalu banyak bicara, mereka cenderung memiliki nama di sana.”
Kepala Sulawasi ATR/BPN di bawah Tri Vibisono telah dikonfirmasi oleh Tri Vibzino, terkait dengan pemilik 23 hektar dalam makar.
Badan Tanah Nasional Makasar (BPN) pernah memiliki pemilik Laut Makazar, yang sebelumnya ditutupi dengan 23 hektar dan pada 2015, tanah itu masih di laut dan memiliki hak untuk menggunakan gedung (SHGB). –
Dari SHGB -1 2015, distrik Tamlat telah diterbitkan bersama pemilik hektar.
Namun, BPN tidak senang mengatakan siapa pemilik tanah karena alasan yang masuk akal.
“Kami dapat menentukan kapan dan siapa yang memiliki pemilik cabang ini. Untuk informasi terbatas, ada sertifikat pengampunan, jadi terkait dengan hak -hak pribadi,” kata Makasar BPN Andre Saputra kepada wartawan pada hari Jumat (1 (1) /). 24)
Andre memastikan bahwa sertifikat HGB adalah setelah inspeksi tanah perusahaan.
Dia berkata, “Setelah memeriksa, kami benar -benar memiliki sertifikat, tetapi kami tidak dapat memberikan nama dan tahun,” katanya.
BPN mengklaim bahwa jumlah tanah di laut yang dikeluarkan oleh BPN dari 2 hingga 224, mengklaim berapa banyak Andra yang keluar.
Mereka berkata, “Saya tidak bisa membicarakannya. Saya tidak ingat.”
Andre menjelaskan bahwa ketika membuat sertifikat, itu harus menjadi tanah pertama.
“Jika haknya tidak ada di dalam kita, maka di lembaga yang relevan, namun, jika kita memiliki dasar hak untuk masuk setelah menerima persyaratan, kita akan mengeluarkan sertifikat,” pungkasnya.
Fahuddin, kepala kantor perencanaan setempat, mengakui bahwa masalah pemulihan menjadi hak pemerintah Selatan Selatan Selatan.
“Agar wilayah dapat memulihkan hak -hak provinsi,” kata Fahuddin kepada cnnindonsia.com (CRI/MI).