
Jakarta, CNN Indonesia –
West Java Depi Muliadi mengatakan bahwa partai akan mengevaluasi kegiatan untuk melamar pendidikan di sekolah. Deedi menunjuk salah satu kelulusan.
Sejauh ini, masih ada banyak sekolah Kinma-Kanma Packs Wisuda dalam bentuk kelulusan. Beberapa orang tua mengklaim ketika mereka berdebat karena kelulusan membutuhkan biaya.
Mereka mengatakan video yang diunggah dengan mengunggah video ke Instagram @dedimuldi 719 saat berjalan di tengah program mundur pada minggu ini (25/2).
“Ada pertanyaan, Kong Deedi, jika taman masa kecil, yudisial, bagaimana belajar tentang pembelajaran, kelas promosi, kelulusan dibuat seperti pesta pernikahan,” 2/2).
[Gambas: Instagram]]
DDI percaya bahwa aktivitas pascasarjana di taman kanak -kanak atau sekolah dasar tidak cocok untuk usia dan kebutuhan. Menurut Deedi, beberapa sekolah bahkan tidak membuat periode kelulusan dengan peristiwa irasional.
“Masih ada kegiatan TKI yang tidak relevan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak -anak, pekerjaannya aneh,” katanya.
DDI ingin aktivitas tersebut dapat dievaluasi dengan benar. Karena alasan ini mereka akan mengundang bupati dan cara untuk mendiskusikan dan melakukan untuk memperbaiki.
“Saya mengatakan kerabat, sekolah dasar, sekolah menengah, SMP sebagai wewenang untuk mengelola di kantor distrik / Kemudian saya akan membuat bupati / boneka akan berjanji kepada Dedi.
Selain itu, Deto juga mengatakan bahwa sistem pembelajaran di sekolah akan berubah. Mereka ingin siswa kembali belajar melalui pendidikan jasmani dibandingkan dengan pelajaran digital.
Bupati Mantos Prevate berkata, “Dengan perangkat seluler dan tidak menggunakan sistem pembelajaran digital dengan perangkat seluler terendah, karena otak terendah dan dapat berkembang untuk mengingatkan kekuatan perangkat digital.
Setelah menyelesaikan retret kepala regional, diskusikan re -eVectivesess dari buku fisik di sekolah.
“Kami akan membuat setelah kegiatan mundur dari Magelong. Saya akan bertemu dengan bupati dan cara dan komitmen bersama untuk mengembangkan pendidikan di Jawa Barat,” katanya.
Deedi berharap bahwa karakter siswa di Jawa Barat dapat berkembang sesuai dengan setiap usia. Juga, ia juga dapat dikembangkan dan mengatur lingkungan.
“Menjadi anak -anak menumbuhkan karakter sebagai seorang anak, remaja menumbuhkan karakter pada remaja, orang dewasa, mengetahui karakter di gunung, dan mereka akan menjadi kebanggaan Barat di masa depan, dan mereka akan mengakhiri dunia.”
(Ugo / Gill)