
Jakarta, CNN Indonesia –
Musisi dan anggota kamar Indonesia mengklaim bahwa mereka siap untuk merekrut staf Sucatani, Nowy Zotraiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii alias malaikat, sebagai staf profesional atau asisten pribadi di DPR.
Dia menemukan aksesibilitas selama rilis yang baru sebagai guru di komune Sdit Hati, Banjarnegar, beberapa waktu yang lalu. Dhani bahkan menjanjikan pembayaran yang lebih besar jika dia ingin bekerja dengannya.
“Jika dia tidak lagi dipekerjakan, saya siap menerima sebagai karyawan saya. Tentu saja, ia lebih besar dari seorang guru di Purbaling, “kata Ahmad Dhani sebagai AFP pada hari Rabu (26/2).
“Saya siap menerima penyanyi Sucatani untuk bekerja, dia bisa menjadi staf profesional saya, jadi (asisten pribadi) di DPR,” lanjutnya.
Ahmad Dhani juga berbicara tentang komitmennya di Hubbub setelah Suspuza menerbitkan permintaan maaf dan menyita lagu pembayaran.
Dia mengakui bahwa dia membantu mendorong polisi untuk membuka diri untuk kritik, terutama karena dugaan intimidasi. Dhani mengakui bahwa pada saat itu ia menghubungi komisi Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengarahkan dewan kepala polisi nasionalnya.
Pendiri Deva 19 mengakui bahwa komunikasi silang adalah salah satu pentingnya kehadiran musisi di tempat -tempat di DPR. Dhani memperkirakan bahwa keberadaannya membantu mengekspresikan kecemasan musisi, termasuk nasib para musisi.
“Saya menjalani komisi Whatsapp III, Komisi III hanyalah panggilan kepala polisi nasional. Ini adalah poin artis di DPR, “katanya.
“Meskipun saya adalah komisi KS, yang merupakan kesulitan memanggil komisi di DPR, sehingga suspuza dapat membaca lagu itu lagi,” lagu “” Dhani melanjutkan.
Tim Sucatani diduduki setelah melepaskan permintaan maaf ke akun media sosialnya. Dua karyawan Sucatani al Lutfi alias Alectrrogui dan Citra Indiiatiasi baru alias Twister Angel, secara terbuka meminta maaf kepada lembaga poli teks yang disebut Pai Pai Pay.
Lagu viral ini berisi lirik yang harus mereka bayar untuk polisi yang dirampas untuk semua hal. Tindakan ini juga memulai spekulasi di komunitas bahwa ia berada di bawah tekanan.
Akhirnya, masyarakat juga membuat “Perlawanan”, bergema dengan lagu dan bidikan panggung di media sosialnya.
Lagu ini mengulangi beberapa kali aksi massal aksi Indonesia di berbagai tempat Jumat lalu (21/2), seperti Jakarta dan Yogikari.
Hubbub juga berdampak pada alias baru Twister Angel, yang ditolak dari Sdit Mutiara Hatija pada 6 Februari 2025. Dia ditolak atas dasar pelanggaran Kode Prinsip dan Etika di Sekolah.
Sekarang SDIT membuka kemungkinan untuk membuat pengembalian baru di kelas. Presiden Yayasan Al Banjarnagar Al Madani Khairul Mudakir mengatakan bahwa keputusan untuk dibebaskan tidak final.
“Keputusannya adalah bahwa [rilis] belum final, karena kami masih menunggu para suster untuk diklarifikasi, kami akan membawa materi berikut untuk membuat keputusan,” kata Banjarnegar di Banjarnegari di kantor pengantar pada hari Senin (24/2). (Chi / frl)