
Iaarta, CNN Indonesia –
Badan korupsi korupsi (Cortstory Corttors) mulai menyelidiki dugaan korupsi, yang terjadi selama rilis dokumen SHGB-Shm di Tangerang Pay Angkatan Laut.
Korupsi Korupsi Korupsi Korupsi Korupsi Jenderal Korupsi Korupsi Korupsi mengatakan bahwa Kehenno Vibovo mengatakan penyelidikan dilakukan setelah menerima laporan tentang tanda -tanda korupsi yang diusulkan oleh penyelidik dari kejahatan umum polisi investigasi kriminal.
Keyno mengakui bahwa partainya membahas jajaran investigasi kriminal terkait korupsi. Karena itu ia mengatakan bahwa saat ini, penyelidik korupsi korupsi terus meninjau dugaan korupsi.
“Kemarin kami menerima surat dari penjahat biasa, kami menjelaskan bahwa ada tanda -tanda korupsi,” kata wartawan kepada wartawan pada hari Kamis (2/13).
“Lalu kami mengundang diskusi kemarin. Sebenarnya ada fakta, tetapi kami juga perlu mengeksplorasi dan melanjutkan sekarang. Kami melanjutkan dalam fase studi,” tambahnya.
Cahyono menjelaskan bahwa jika mereka ditemukan atau tanda -tanda korupsi dalam pengembangannya, kasus ini akan diperbarui ke fase investigasi untuk menemukan unsur -unsur tindakan kriminal.
Selain itu, ia mengatakan bahwa kemudian para peneliti juga memanggil kepala desa Arsin dalam konteks pengumpulan informasi.
“Jelas, ini bisa dipertanyakan, jelasnya,” katanya.
Sebelumnya, polisi dari investigasi kriminal meningkatkan status kasus yang diduga dari sertifikat hak hak atas penggunaan bangunan (SHGB) dan properti (SHM) di daerah Lembah Laut Tangerang dalam fase penelitian.
Karena peningkatan negara, ini berarti bahwa peneliti telah menemukan unsur dari dugaan tindakan kriminal yang terjadi. Selain itu, peneliti akan memeriksa saksi untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan tersangka dalam kasus ini.
Direktur Tindakan Umum Investigasi Kriminal Pidana, Polisi Jenderal Johanandhani Rakhard Pure, mengatakan para penyelidik menduga bahwa rezim palsu itu dipenuhi oleh kepala desa Arsin Kapage, bersama dengan orang lain menggunakan lirik palsu.
Surat palsu kemudian digunakan untuk mengirim permintaan pengukuran dan permintaan untuk mengakui hak pengelolaan lahan Kabupaten Mandgerag.
(FRA/TFQ)