
Jakarta, CNN Indonesia –
Wakil Presiden Dewan Perwakilan Rakyat Xi Dolfie Othniel Frederic Palit menanggapi penjelasan elit partai Gerandra, yang merupakan pendapat bahwa ada kontribusi untuk PDIP untuk meratifikasi jumlah 7 dari 2021 dalam peningkatan harmonisasi peraturan pajak (HPP), yang merupakan jumlah 2021 dibandingkan dengan pemberian tagah pajak (HPP), yang merupakan jumlah 2021 dibandingkan dengan hibah tersebut dengan harmonisasi pajak (HPP), yang merupakan jumlah 2021 dibandingkan dengan pemberian pajak (HPP), yang dibandingkan dengan 2021 dibandingkan dengan pemberian pajak. untuk harmonisasi peraturan pajak (HPP), yang merupakan nomor 7 tahun 2021, sehubungan dengan harmonisasi peraturan pajak (HPP), yang merupakan nomor 7 tahun 2021, sehubungan dengan harmonisasi peraturan pajak (HPP), yang merupakan basis 71, dalam kaitannya dengan harmonisasi peraturan pajak (HPP), yang merupakan basis 202.
Dolfie mengatakan undang -undang HPP adalah inisiatif dari presiden ke -7 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), diusulkan ke DPR.
“Undang -undang HPP adalah undang -undang Inisiatif Pemerintah Jokowi, yang disajikan pada 5 Mei 2021 dari DVR. Semua faksi sepakat untuk membahas proposal Inisiatif Pemerintah Hukum HPP,” kata Dolfie dan HPP Bill Panja dalam sebuah pernyataan tertulis (12/22).
Dolfie mengatakan bahwa pada waktu itu, hingga delapan faksi partai di parlemen Indonesia menyetujui undang -undang HPP dalam suatu undang -undang. Hanya PKS yang ditolak. Dia mengatakan RUU itu digulingkan pada 7 Oktober 2021.
“Hukum HPP, formulirnya adalah hukum omnibus, yang mengubah beberapa ketentuan hukum KUP, hukum PPH, hukum PPN dan hukum pajak konsumen. Undang -undang ini juga mengatur program penyebaran sukarela untuk pembayar pajak dan pajak karbon,” katanya.
Dia juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini dapat mengusulkan peningkatan atau penurunan dibandingkan dengan tingkat PPN. Area perubahan tarif adalah 5 hingga 15 %, menurut ketentuan hukum HPP.
“Karena mandat undang -undang HPP 2025 dimulai pada tahun 2025. Pemerintah dapat mengusulkan perubahan tarif dalam 5 hingga 15 % (dapat mengurangi atau meningkat). Menurut paragraf Pasal 7 (3), pemerintah dapat mengubah tingkat PPN dalam undang -undang HPP dengan persetujuan DPR.”
Dolfie mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan kenaikan atau penurunan tingkat PPN tergantung pada kondisi ekonomi nasional. Dia mengatakan pemerintah telah memberikan ruang untuk adaptasi tarif IVA.
Menurutnya, jika pemerintah Prabowo masih meningkat menjadi 12 %, itu harus disertai dengan penciptaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.
“Hal -hal yang harus diperhatikan semakin meningkat produksi ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi kualitas, penciptaan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, layanan publik terbaik,” katanya.
Sebelumnya, Partai Gerandra Waketum dan Wakil Presiden Dewan Perwakilan Rakyat memiliki Komisi VII. Penolakan 12 % PPN disediakan oleh PDIP selama pleno DPR.
“Itu sebabnya saya terkejut ketika pasukan PDIP berbicara pada pertemuan pleno dan tiba -tiba menyatakan pendapatnya tentang PPN 12 %,” kata wartawan Sara kepada wartawan pada hari Minggu (12/22).
Sara mengatakan beberapa anggota DVR lainnya juga terkesan dengan penolakan PDIP. Sara bertanya mengapa PDIP baru menolak 12% PPN.
“Sejujurnya, banyak dari kita hanya bisa tersenyum dan tertawa. Dalam hati kita, sangat bagus bahwa teman ini membuat isinya. Meskipun mereka adalah presiden Panja UU, yang meresepkan peningkatan 12% PPN ini. Ia menambahkan (tim/TSA) ini