
Jakarta, CNN Indonesia –
Jepang sekali lagi mencatat pengurangan orang pada tahun 2024. Masalahnya terjadi dalam sembilan tahun berturut -turut.
Kementerian Kesehatan Jepang Kamis (27/2) dari akta kelahiran Sakura dirilis pada tahun 2024. Jumlah anak yang lahir di Jepang adalah 720.988 bayi, termasuk warga negara asing.
Jumlah ini melemparkan lima persen dari 758.632 bayi tahun lalu.
Ini adalah tingkat kewarganegaraan terendah oleh Jepang, karena pemerintah meluncurkan pengumpulan data pada tahun 1899.
Selain tingkat kelahiran, pemerintah Jepang juga melaporkan kematian negara itu. Jumlah kematian di Jepang naik 1,8 persen dari 2023 menjadi 1,62 juta. Diagram ini menunjukkan bahwa kematian Jepang telah mencapai lebih dari dua kali lipat jumlah kelahiran.
Populasi umum Jepang mencapai 123,54 juta bulan ini dan turun 0,46 persen tahun lalu.
Dalam sembilan tahun terakhir, Jepang terus mencatat tingkat kelahiran terendah di negara ini. Data ini setara dengan Korea Selatan yang signifikan, dan 2024 benar -benar mencatat peningkatan standar kelahiran.
Korea Selatan telah mengalami penurunan tingkat kelahiran, satu karena biaya hidup berkualitas tinggi.
Namun, informasi yang diberikan oleh Badan Statistik Korea Selatan pada hari Rabu (26/2) menunjukkan jumlah anak yang lahir di 4,7. Ini adalah pertama kalinya di Korea Selatan yang telah meningkatkan jumlah kelahiran dalam sepuluh tahun terakhir yang menghadapi penurunan orang.
Perdana Menteri Jepang Shigero Ashiba mengatakan partainya sekarang membuat masalah dengan masalah orang dalam prioritas tertinggi.
Namun, tingginya biaya pendidikan, kondisi kehidupan dan mata pencaharian mendorong kaum muda untuk berjuang untuk membangun keluarga. (BLQ / DNA)