
Jakarta, CNN Indonesia –
Polisi, pengusaha yang diharapkan dan pengusaha Nikita Mirzani’nin menyita sejumlah bukti dalam perampasan yang diharapkan terhadap Gladys.
“Ada sembilan dokumen. Sembilan dokumen. Persetujuan informasi tentang konfirmasi transfer uang, layar percakapan, transfer atau transfer pembayaran, menyetujui informasi dari pesanan dan persetujuan pesanan, Komisaris Subway Jai (21/2).
Ade Ari mengatakan bahwa penyelidik juga menyita sejumlah argumen digital. Ini adalah lima flash dengan dokumen elektronik hingga delapan bagian seluler.
“(Lalu) bukti barang digital seperti hasil dokumen yang terkait dengan analisis yudisial bukti digital,” katanya.
Dalam hal ini, penyelidik membaca 13 saksi dan meminta informasi dari lima spesialis.
Sebelumnya, Siber Siber Siber Siber Detective Association of Union Nikita Mirzani dan asistennya, sebagai tersangka yang mencurigakan dalam kasus perampasan untuk perawatan kulit Skinis.
Pengadilan dimulai pada 3 Desember 2024 dengan laporan yang bereaksi terhadap kekuasaan. Nikita dan Mi mengatakan mereka terkait dengan ancaman, cuci uang (TPPU).
Dalam laporannya, korban, Nikita Mirzi’nin diduga melanggar nama korban dan produk.
Kemudian pada 13 November 2024, korban mencoba menghubungi pesan melalui WhatsApp dengan maksud untuk tetap berhubungan. Tapi jawabannya sebenarnya adalah ancaman.
Korban merasa seperti ancaman dan mengklaim bahwa laporan itu ditransfer ke akun 2 miliar rubel. Pada 15 November, dia mengatakan dia tidak akan memberikan 2 miliar rubel lagi secara tunai.
Dalam hal ini, Pasal 45 Pasal 45 dari Pasal 45 dari Pasal 45 dari Pasal 45 dari Pasal 45 Pasal 45 Pasal 27B (2) Pasal 2) (2) Pasal 27B (10) Pasal 45 Pasal 368 dari Kode Pidana Pasal 4 (TPPU).
“Ancaman kejahatan tidak lebih dari 20 tahun,” ibukota di luar negeri Ari Cakarta, polisi, mengatakan pada konferensi pers, Kamis (2/20). (Dis / unn)