
Yakarta, CNN Indonesia –
Dewi Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia, janda presiden pertama Republik Indonesia, menyatakan status kewarganegaraan Indonesia (WNI) dan mendirikan sebuah partai di Jepang.
Pengumuman Dewi Sukarno mendirikan para pihak setelah menerima negara bagian Jepang, seperti yang dikutip oleh The Jepang.
Dia berencana untuk pergi ke Dewan Perwakilan Rakyat di Jepang.
Dewi Sukarno mendirikan sebuah pesta bernama 12 heiywa, berfokus pada perlindungan hewan di Jepang.
Dalam bahasa Jepang, Heiwa bisa berarti kedamaian. Sementara nomor 12 diucapkan sebagai “Wan-nyan”, yang dapat mengindikasikan kombinasi anjing gonggongan (WAN) dan kucing Meongan (Nyan) dalam bahasa Jepang.
Salah satu misi partainya untuk pertarungan adalah pengenalan undang -undang yang melarang semua warga negara Jepang yang memakan anjing dan kucing.
Pesta telah memutuskan untuk melindungi anjing dan kucing dan dapat hidup di sebelah manusia tanpa disakiti oleh hewan.
Partai 12 Heiwa juga berjuang untuk penciptaan lembaga khusus untuk mengawasi dan mencegah penyiksaan dan pembunuhan terhadap hewan, serta pengenaan hukuman bagi warga negara yang melanggar mereka.
Shinnosuke Fujikawa, pemimpin kampanye partai, mengatakan dia ditujukan untuk dua atau tiga tempat di DPR. (BAC)