
Jakarta, CNN Indonesia –
Presiden Parlemen Indonesia Puan Empress mengatakan bahwa Presiden Nasadam Surya Paloh dan Presiden ke -7 Joko Vidodo (Jokovi) telah membawanya ke TNI. Tidak ada TNI yang bertanya tentang amandemen Undang -Undang (RU), yang disetujui oleh DPR pada hari Kamis.
Dikatakan bahwa ketika dia ditanya apakah dia telah lama duduk sebagai Djkovi dan Matahari, dia duduk sebagai Menara Nasadam, Jakarta, Jakarta pada hari Jumat (//-1) di acara Iftar di acara Iftar di acara Knight Vibe Iftar.
“Pakistan Jokovi dan Mr. Surya Paloh menyetujui kemarin bertanya tentang RUU TNI?” Poon mengatakan bahwa Jumat (3/23) setelah insiden Iftar.
Selain itu, Puan menerima TNI. Tiga masalah utama reformasi hukum, yaitu Pasal 7, dan 47 dan 53, mengaku menjelaskan kepada Jokovi dan Matahari yang relevan. “Dan mereka berdua memberikan keduanya hanya dalam tiga. Jadi tidak ada masalah dan mereka semua ditingkatkan, mereka semua masuk akal, yang lain tidak bermasalah,” kata Pune.
“Dan aku bilang kita mengekspresikan semua hal yang direvisi dalam DPR yang sesuai dengan kebutuhan mereka.” Matahari mengatakan bahwa matahari dan Jokovi kemudian mengingatkan DPR untuk segera bersosialisasi hasil amandemen sehingga tidak ada kesalahpahaman di depan umum. “Siswa dan sekelompok warga sipil dievaluasi bahwa RUU TNI tidak dianggap transparan dan terburu -buru. Selain itu, penduduk mengakui bahwa RUU TNI adalah pintu gerbang menuju kemunculan angkatan bersenjata.