
Jakarta, CNN Indonesia –
Seorang penduduk bernama Novi (40) dan putranya yang berusia 11 bulan dimakamkan di tanah longsor di desa Ciliar, Distrik Bogor Utara, Kota Bogor. Novil hidup, tetapi bocah itu meninggal.
“Memang benar bahwa ada dua orang, ibu dan anak -anak berusia 11 bulan. Keduanya berhasil dievakuasi, ibunya Bogor City,” kata Bogor City BPBD, Hidayatullah, Selasa (4/3), AFP.
Tanah longsor terjadi tadi malam ketika wilayah Kota Bogor menuangkan hujan lebat. Dingggan 5 -meter -tinggi di Land Road (TPT) di belakang rumah tiba -tiba jatuh dari tanah longsor dan tiba di kamar yang tinggal bersama dua korban.
“TPT hingga sekitar 5 meter tanah longsor menghantam kamar -kamar rumah -rumah penduduk atas nama Dani, dan di ruangan itu, ada ibu dan anak -anak di bawah usia lima tahun,” kata seorang anggota tim penyelamatan Damkar Kota Bogor, dihubungi secara terpisah.
Kristian mengatakan ibu dan anak itu berhasil dievakuasi setelah 30 menit dimakamkan di tanah longsor. Ibu diselamatkan, tetapi putranya meninggal ketika dia dievakuasi.
“Korban yang terluka dari seorang ibu untuk Novi (40) yang dimakamkan oleh korban pemaksaan tanah dan 1 tewas dalam seorang anak berusia 11 bulan dengan Ms. Novi di ruangan itu,” kata orang Kristen.
“Korban yang terluka karena Novi dibawa ke Rumah Sakit FMC untuk perawatan lebih lanjut,” tambahnya.
Baca berita lengkap di sini. (FRA / Second / FRA)