
Jakarta, CNN Indonesia –
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi marah ketika dia mendengarkan keluhan dari mantan kembang sepatu kembang sepatu Hibisc -karyawan yang meminta biaya setelah kehilangan pekerjaan karena tempat -tempat wisata dihancurkan.
Gubernur yang dikenal di Demul tampaknya marah karena mantan karyawan itu tidak membantu menanam pohon di hutan yang rusak oleh tempat -tempat wisata. Bahkan, ia hanya ingin mengkompensasi jika penduduk yang terlibat ingin menanam pohon.
“Saya sudah mengatakan kepada Anda untuk membantu tanaman tanaman. Saya akan membantu Anda, selama Anda ingin membantu pohon,” kata Demul melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Jumat (3/28).
“Bantu penggantian pengangguranmu di sini, tapi aku meminta tanggung jawab moralmu. Ini membantu menanam pohon di sini!” Dia melanjutkan.
Dia marah karena tidak ada inisiatif dari mantan karyawan untuk menanam pohon di bumi. Kemarahan itu juga tidak dapat dipisahkan dari sikap demul yang sangat marah beberapa kali sebelum pendirian puncak fantasi kembang sepatu kembang sepatu kembang sepatu kembang sepatu kumpur.
Dalam video tersebut, karena itu Demul berdiskusi dengan mantan karyawan yang mengumpulkan uang untuk kompensasi. Dia bertanya kepada mantan karyawan itu karena dia tidak membantu menanam pohon.
“Apakah Anda tidak ingin membantu menanam pohon?” Tanya Demul salah satu mantan karyawan.
“Kami tentu ingin membantu Tuhan. Itu berarti janji hari ini,” jawab salah satu penghuni.
“Ya [tapi] saya bertanya, sejauh ini Anda belum menanam pohon,” kata Demul.
Pertanyaan dan jawabannya diakhiri dengan pernyataan dari Dedi Mulyadi yang sekali lagi menunggu inisiatif mantan karyawan untuk membantu menanam pohon. Promosi adalah syarat bagi mereka untuk mendapatkan biaya kompensasi yang dibayarkan oleh uang pribadi Demul.
Tidak hanya itu, ia juga menekankan bahwa situasinya bukanlah kesalahannya sebagai orang yang mendorong pembongkaran puncak fantasi kembang sepatu. Pada kenyataannya, ia menekankan bahwa kesalahan dengan pendiri tempat wisata adalah karena mereka melanggar aturan untuk merusak banyak orang.
“Jika Anda ingin menyalahkannya, itu tidak sama dengan saya menyalahkannya dengan orang -orang yang melanggar. Saya hanya meminta untuk mencoba menanam pohon. Saya meminta untuk mengundang mereka yang memiliki tanaman tanaman di sini beberapa kali,” kata Demul.
“Kamu berdosa di sini, kasihan lingkungan, orang mati. Kamu mendapatkan gaji dari erangan orang -orang yang banjir,” lanjutnya.
Fantasi Hibisc sebelumnya disegel sebelum melanggar ketentuan lingkungan dan berkontribusi pada banjir di hilir Sungai Ciliwung. Posisi wisata terletak di tengah Sungai Ciliwung.
Itulah sebabnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah memerintahkan pembongkaran kembang sepatu untuk dikembalikan ke daerah hijau.
Dia juga mengungkapkan bahwa Pt Jaswita menggunakan negara -negara ilegal yang mencakup luas 11 ribu meter persegi untuk membangun kembang sepatu. Menurut Dedi, daerah terestrial telah meningkat dari jumlah asli yang telah disepakati di 4.800 meter persegi menjadi 15 ribu.
Pembongkaran dilakukan setelah Pt Jaswita mengabaikan peringatan pemerintah Kabupaten Bogor untuk membongkar daerah tersebut.
[Gambas: Instagram]
(MFH/van)