
Jakarta, CNN Indonesia –
Kiper Bahrain Abdulkarim melipat virus di media sosial, saat ia mengangkat jari tengah setelah timnya kalah 0-1 untuk tim nasional Indonesia di Jakarta, pada hari Selasa (3/25). Profil berikut adalah Abdulkarim Fondan.
Momen Foldan mengangkat jari tengah datang setelah pertandingan. Tindakan yang diungkapkan dengan jelas direkam dalam sebuah film pendek yang beredar di media sosial, termasuk Instagram.
Grup Pemain Bahrain ditekan dari awal pertarungan. Pendukung Soakan di sekitar meja terus -menerus meneror pemain Dilmune Warrior selama pertandingan.
Pendukung tidak berhenti setelah pertandingan. Pemain Bahrain terus memberi selamat ketika mereka ingin memasuki ruang ganti pemain.
Folder menjadi salah satu pemain Bahrain yang tidak bisa menahan penggemar tim nasional Indonesia. Dia menjawab dengan mengangkat jari tengah di antara hadirin.
Sayangnya, aksi Fardan yang tidak jujur menangkap kamera ponsel dari para penggemar di antara penonton. Rekaman pendek kemudian pergi ke virus setelah menyebar di media sosial.
Secara fardanis tidak mengambil banyak kesempatan untuk tampil dalam pertandingan Indonesia di Bahrain. Pelatih Dragan Talijic dipercayakan dengan tanggung jawab besar untuk Ebrahim Lutchhah.
Sebelumnya, Foldan baru saja dipermanis oleh Bahrain Bank, Kamis (3/20. Pada waktu itu dipaksa Bahrian karena dirinya dipaksa untuk menyerah 0-2 Jepang di Stadion Saitama.
Folder menjadi salah satu pemain “veteran” di tim nasional Bahrain. Usia sama dengan kiper terkemuka Bahrain, Lutfish.
Musim ini, lipat juga tidak memiliki beberapa menit bermain dengan Al Riffaom. Dia tidak dimaksudkan untuk tampil di Perdana Menteri Liga Bahrain.
Meskipun ia jarang bermain, Fardane juga mengumpulkan trofi bergengsi di Al Riff. Sebanyak enam gelar yang dimenangkannya dengan Al Riffam, termasuk empat piala Perdana Menteri Liga Bahrain.
Namun, ia memulai debutnya di tim nasional Oktober 2018. Tahun. Dia memasukkan daftar pemain di tim nasional Bahrain di kualifikasi Piala Dunia pada tahun 2026. Tahun melawan Jepang dan Indonesia.
Namun, Fondan harus siap untuk berdiri di bangku karena dia tidak dapat bersaing dengan Ebrahim Lutfall. Catatannya di acara internasional dan tingkat klub tidak mengesankan.
(Juni / Juni / Har)