
Jakarta, CNN Indonesia –
Pencarian dan Agence Nasional Lampian (Basarnas) memposting dua tim untuk meninggalkan warga yang ditangkap dalam banjir Bandar Lampung.
“Kami telah berada di tim untuk membantu penduduk Bandarplampung,” Lampung Basarnas, Danielwan, menghubungi Bandar Lampung, Jumat (177), yang dibicarakan Frara.
Deni mengatakan bass menempatkan tim karena ada dua laporan. Salah satunya adalah memiliki aliran air di distrik Panjang.
“Salah satu tim kami akan menemukan laporan tentang orang yang hilang dari hujan,” katanya.
Dia mengatakan bahwa tim Basatsna adalah delapan orang.
“Kami masih berada di kantor di tim persiapan jika ada laporan atau informasi yang mengharuskan tim untuk turun,” katanya.
Bos pengganti Panjang, Bandar Lampung City dengan bijak mengatakan bahwa banyak daerah setempat dipengaruhi oleh banjir dari sore hari.
“Ya, banjir memiliki banyak poin dalam waktu yang lama. Ada warga negara yang terbunuh dalam elektronik elektronik, yang dicuci di radio,” katanya.
Salah satu penduduk Pesawahan, Bandarlamampung Ukhti mengatakan ada banyak rumah di rumah dan naik dua lantai.
“Daerah ini adalah reservasi banjir dalam hal hujan yang besar mencapai waktu yang lama. Tapi banjir sangat sulit di masa lalu,” katanya.
Berdasarkan data, beberapa area banjir, seperti di distrik Panjang, yang melanda daerah Waylunik dan daerah distrik.
Selain itu, di wilayah Pesawahan Teluk Betung Betung Acoatan, Buma Wepas, Tanjung Gading. Air juga meringankan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Sukarno-Hatta.
Banjir, yang melanda area Bandar Lampung, memiliki berbagai tingkat tinggi pada 60 cm.
Banjir juga melakukan perjalanan empat mobil -nalar di Waylunik yang melekat pada air. Atau jalan dari Yos Sudarso ke Panjang Panjang sulit untuk dilewati empat atau dua mobil.
Selain itu, suspensi sumur betina dihancurkan air air, yang cepat ke akar Kali. (Antara / Fra)