
Jakarta, CNN Indonesia –
Wakil Ketua Komite mengatakan Bambung Hararidi mengatakan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahilil Lacheia, akan menyelidiki bahan bakar yang seharusnya pada hari Jumat (28/2) pada hari Jumat (28/2).
Bambung mengatakan Bahilil saat ini diwawancarai di luar kota sehingga dia tidak bisa memeriksa dengan DPR hari ini. Akibatnya, Bahilil tiba -tiba akan memantau sampel BBM di banyak pompa bensin dan rumah harus menjadi anggota Komite XII Perwakilan Peleasant.
Namun, Bambung belum menentukan posisi pasti dari pompa bensin untuk mengunjungi Presiden Grup Karya (Golkar).
“Kementerian akan mengambil sampel besok.
“Ini karena menteri masih di Magalang. Jadi besok mungkin,” tambahnya.
Hari ini, politisi partai Gerindra tiba -tiba memeriksa pompa bensin paradamin dan shell untuk ditampilkan. Sampel yang diambil di Kementerian Pusat Uji Minyak dan Gas Limigas, Raza Energi dan Sumber Daya Mineral akan diuji. Diharapkan akan selesai malam ini dan Jumat akan diumumkan langsung oleh Bahilil.
“Besok, di pagi hari (mengumumkan hasil tes laboratorium). Malam ini, kami berharap itu akan selesai (proses tes laboratorium), ia mengatakan menteri akan dibebaskan nanti,” jelasnya.
Kantor Jaksa Penuntut Umum FIS (AG) dari bahan bakar penikaman publik dibuka untuk umum sebagai sembilan tersangka dari dugaan sinyal dalam kontrak untuk pengenalan minyak mentah yang diperkenalkan oleh Pertamina untuk periode 2018-2023.
Dari sembilan tersangka, enam dari mereka adalah orang tua. Salah satunya, Patra Naiga Riva Saan, Presiden Bangsa Partamina. Dalam hal ini, Riva diduga kebohongan, sambil memperkenalkan minyak lambat di bawah Ron 90, yang sebenarnya terdaftar sebagai Ron 92.
Sementara itu, tiga tersangka lain di sektor swasta.
Harley Siregar, kepala Jaksa Agung Jaksa Agung Jaksa Agung, menekankan bahwa perkiraan kehilangan 193,7 triliun RPS hanya pada tahun 2023. Yang pertama masih akan memeriksanya.
(LDY/PT)