
Jakarta, CNN Indonesia –
Kementerian Industri (Cemenatina) mencatat investasi RP12 miliar untuk Jakarta untuk tiga kelompok industri digital.
Kelompok ini disebut Jakarta Industrial Digital Parkway (JIDP), karena dibangun sebagai industri digital modern, karena diharapkan menjadi agen pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Sekretaris Kementerian Kementerian Cahyanto mengatakan bahwa teknologi digital membawa perubahan besar, terutama bagi para pebisnis di sektor industri.
“Perusahaan tidak harus lebih banyak pabrik. Ini mungkin berencana untuk memasarkan merek tanpa harus memasarkan instalasi fisik mereka,” upacara pengemasan industri ECO 2024 di Cibis Park (12/12).
Jakarta Industrial Parkway dirancang sebagai katalisator industri 4.0 yang mengintegrasikan kegiatan berbasis teknologi, seperti pengembangan aplikasi, perawatan data, layanan keamanan informasi, e-commerce.
Taman digital yang sama di industri Jakarta terdiri dari tiga kelompok, SimatePang Corridor RP424 triliun, RP3,87 triliun koridor dan RP7,71 triliun server.
Selain klaster industri digital, Kementerian Industri juga ingin memperkuat ekosistem bekerja sama dengan berbagai kampus dengan pendekatan inovatif. Faktanya, generasi muda (Gen Z) adalah yang paling aktif untuk mengembangkan informasi digital.
“Saya telah bergabung dengan berbagai kampus yang mengharuskan siswa untuk membangun industri atau bisnis kecil, untuk menetapkan kebutuhan akan kelulusan, tidak hanya melalui tesis,” katanya.
Menurut EKO, terutama sekarang setelah industri digital tumbuh di industri manufaktur, Kementerian Industri akan mempromosikan konsep -konsep Indonesia di Indonesia Indonesia.
“Kami berusaha mengembangkan ekosistem yang lebih baik untuk industri Parkway digital, jadi kami mengundang ekosistem yang lebih kuat dan kami mengundang pemerintah dan pemerintah daerah dan organisasi terkait yang lebih kuat.
(LDY / SFR)