
Jakarta, CNN Indonesia –
Sugiyanto, seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Korea Selatan, membantu orang tua mengosongkan kebakaran hutan kering di Yeongdeok, Korea Selatan.
Api di Uiseong pada 25 Maret 2025 diedarkan di desa Sugiyanto malam sebelumnya. Dia membantu mengosongkan orang tua tanpa berpikir. Berkat aktivitasnya, semua penduduk desa aman dari api.
Maka nama Sugiimanto adalah kata Korea Selatan sekarang.
Nelayan Indonesia Yeongdeok sangat dihargai oleh kampanye penyelamatan untuk orang tua Korea Selatan.
O dan kepala desa, menurut hutan dan api kering, api berhasil mengosongkan orang tua. Setelah beberapa fakta Sugiyanto dan langkah -langkah penyelamatannya.
1. Visa Pekerjaan Nelayan
Sugiyanto, Chuksan-Myeon bekerja sebagai nelayan di Kampung Sahil. Delapan tahun yang lalu, ia bekerja di saku visa bisnis. Keluarga tinggal di Indonesia dan dia bisa pulang setiap tiga tahun.2. Transfer dengan orang tua
Karhut, yang mulai di Uiseong, datang ke desa tempat dia tinggal pada pukul 11:00 waktu setempat. Beberapa warga masih mengatakan mereka memiliki api.
Yoo Myung-Sin, komunitas nelayan desa, berlari dari rumah, dan penduduk bangkit dan meminta mereka untuk pindah. Sementara itu, orang tua dibawa ke titik transfer menjadi cepat.
“Jika bukan karena dia, kita semua mati,” katanya, “kata tahun 90 -an.
3. Kemampuan Visa Jangka Panjang
Wakil Menteri Kehakiman Kim Seok-Woo diarahkan untuk mempertimbangkan transfer status jangka panjang yang tersisa (F-2) Sugiyanto.
Menurut undang-undang kontrol imigrasi, Korea Selatan dapat mengizinkan visa F-2 bagi mereka yang berkontribusi pada negara atau mengembangkan kepentingan publik.
Biasanya visa F-2 diberikan kepada orang asing yang tinggal di Korea Selatan, yang menikah dengan warga Korea Selatan atau telah menginvestasikan lebih dari 500.000 dalam bisnis.
Dengan persyaratan yang sangat intens, hasil visa akan keluar dalam 1-2 minggu.
4. Terima kasih kepada Kedutaan Besar Indonesia ke Seoul
Kedutaan Besar Indonesia di Seoul (KBRI) memuji tindakan Sugiyanton. Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Korea Selatan mengatakan kepada Zelda Wulan Kartika bahwa partai itu telah menghubungi Sugananto.
“Kedutaan Besar Indonesia dalam kondisi baik dan aman untuk tindakan mulia,” Zelda fun-eastern.com mengatakan Rabu (2/4).
5. Keluarga bangga
Setelah proses transfer, Sugiiyanto mengklaim bahwa istrinya menelepon dan bangga padanya. Dia senang bahwa dia bukan korban untuk terbakar.
Di Indonesia, ia tinggal istri dan putranya Sugino, yang berusia lima tahun. Meskipun keluarga itu jauh, penduduk desa dihuni oleh keluarga mereka sendiri. (CHRI)