
Jakacarta, kamu -n -n indonesia –
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow siap menerima proposal Amerika Serikat untuk gencatan senjata dengan Ukraina.
Namun, Putin mencatat bahwa setiap perjanjian harus dengan beberapa ketentuan yang telah ia usulkan.
Pernyataan itu diberikan pada konferensi pers dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Moskow pada hari Kamis (3/13).
Dalam pernyataannya, Putin mencatat bahwa Rusia mendukung solusi damai untuk mengakhiri perang pada bulan Februari 2022. Namun, sebelum memperoleh perjanjian akhir, ia menekankan perlunya dialog lebih lanjut dengan Amerika Serikat.
Putin juga memuji perhatian Presiden AS Donald Trump dalam menemukan solusi untuk konflik.
Kondisi yang direkomendasikan Putin sebelum menyetujui gencatan senjata dengan Ukraina adalah sebagai berikut:
1, gencatan senjata harus menjadi kedamaian yang panjang
Putin mencatat bahwa penghapusan permusuhan harus menciptakan stabilitas, bukan hanya istirahat sementara sebelum perselisihan terjadi. Dia memahami bahwa faktor -faktor yang ditebak perang sangat penting, sehingga solusinya dapat benar -benar menyelesaikan masalah yang mendasarinya. Percakapan langsung dengan Amerika Serikat
Putin menggambarkan perlunya berbicara dengan Amerika Serikat lebih dalam daripada gencatan senjata. Dia juga menunjukkan kemungkinan kontak dengan Presiden Trump untuk membahas detail tambahan.
3 Implementasi Cakupan Pemantauan NAB
Menurut Putin, memantau gencatan senjata karena panjang perbatasan antara Rusia dan Ukraina akan menjadi tantangan besar. Rusia ingin memastikan bahwa Ukraina benar -benar sejalan dengan kesepakatan itu dan tidak menyalahgunakan momen gencatan senjata untuk menstabilkan posisi militernya. 30 -hari dukungan gencatan senjata yang ditawarkan oleh Ukraina
Putin mencatat bahwa gencatan senjata dari Ukraina selama 30 hari, pada pertemuan di EDA, Arab Saudi, bisa menjadi langkah pertama. Pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi pemerintah Ukraina, Sekretaris Negara AS Marko Rubio dan pejabat lainnya.
5. Situasi di lapangan
Keputusan Rusia untuk mengambil langkah lebih lanjut akan tergantung pada pengembangan situasi di sektor ini, kata Putin. Ini menunjukkan bahwa Rusia tidak akan mendapatkan kesepakatan yang berbahaya bagi kepentingan strategisnya. (TST/BAC)