
Yakarta, CNN Indonesia –
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahl mengkonfirmasi komitmen terhadap pemberantasan mafia minyak dan gas (minyak dan gas). Dia merasa bahwa keberanian diperlukan terhadap mereka yang mengganggu kualitas bahan bakar (PPM).
Dalam Bahl, subsidi harus sepenuhnya diterima oleh masyarakat berjudul Dana. Ini berlanjut dengan pemerintah, yang berarti subsidi bahan bakar benar menuju target.
“Kami berkomitmen untuk memelihara dana untuk memelihara dana bagi warga kota. Ini adalah perintah Tuan Presiden Prabovo,” Jawa Timur pada hari Jumat (3/14) pergi ke penulisan Islam Java East Disarrger.
Di Bahl, ia kemudian menyentuh upayanya untuk meningkatkan distribusi level LPG dengan harga bersubsidi cairan minyak atau harga bersubsidi. Menurutnya, ada bagian yang tidak ingin mengendalikan harga LPG
“Pemerintah LPG tidak pernah menaikkan harga sejak 2007. Subsidi LPG yang dibuat oleh pemerintah satu kilogram satu kilogram adalah Rp36 ribu. Tetapi apa yang terjadi pada orang -orang bahwa ada Rp23 ribu, Rp25 ribu dan Rp30 ribu,” katanya.
“Orang -orang tidak ingin merasa nyaman. (Tapi) ini berlanjut. Saya tidak akan pernah bosan mengoreksi ini,” lanjutnya.
Tahun ini, pemerintah memberikan anggaran besar untuk subsidi energi. Pada tahun 2025 RP3.621.3 Total Bahl APBN, 15 persen atau RP420 miliar dikelola oleh Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral untuk Subsidi LPG, PPM dan Listrik.
Detail, RP87 miliar untuk subsidi LPG per tahun, kemudian RP150 miliar untuk bahan bakar, diesel dan bensin, dan kemudian RP187 miliar terakhir untuk subsidi listrik. (Rea/rir)