
Jakarta, CNN Indonesia –
Evandra Floastra tidak dapat menyembunyikan kegembiraan setelah menjadi diferensiasi dalam tim nasional U-17 Indonesia melawan Korea Selatan pada fase 2025 dalam kelompok U-17 Asia.
Evandra telah menjadi penalti bagi tim Garuda Muda saat pertandingan memasuki periode lebih lanjut. Eksekusi mengarah ke sisi bawah ke kiri lensa. Bola bisa diharapkan oleh Korea Kiper Park, lakukanlah.
Kulit bundar yang hanya menghalangi dia perlahan -lahan dipimpin dan kemudian segera meraihnya. Rebound Evandra menyebabkan jaringan objektif Korea bergetar. Hasilnya berubah dan Evandra merayakan tujuan rekan -rekannya.
Evandra dan teman -temannya harus menunggu ketika mereka berjuang untuk menjaga keuntungan sekitar delapan menit sebelum Jin Jingyuan Jin Jingyuan meledak seruling terakhir.
Pria muda dari Malang, Jawa Timur, tidak dapat memahami bahwa ia dapat memutuskan kemenangan tim nasional Indonesia di salah satu negara terkemuka di Piala Asia U-17 pada tahun 2025.
“Ini gila. Saya mengikuti bola setelah kiper menembakkan penalti saya dan saya beruntung untuk kembali kepada saya,” kata Evandra yang disebutkan oleh situs resmi FC.
Selain menceritakan proses pintu yang menyebabkan Korea Selatan menekuk lututnya, pemain Bhayangkara FC juga mengakui bahwa tim negara U-17 selalu ditekan oleh lawan.
“Saya tidak berpikir kami bisa mengalahkan Korea Selatan meskipun kami telah fokus pada latihan pertandingan ini selama dua bulan.”
“Ini adalah permainan yang sulit, tetapi kami dapat menahan serangan mereka dan memaksimalkan hukuman kami,” jelas Evandra.
Oleh karena itu, tim nasional Indonesia U-17 menghadapi Yaman pada 7 April dan bertemu Afghanistan pada 10 April. Jika Anda dapat mengamankan tiga poin dalam pertandingan melawan Yaman, tim nasional Indonesia akan lolos ke perempat final dan memasuki Piala Dunia U-17 2025.
(NVA/RHR)