
Jakarta, CNN Indonesia –
Pemerintah provinsi Bantena (Pemprov) menjawab penemuan pagar laut misterius sepanjang 30,16 kilometer (km) di Kabupaten Tangrang. Pagar menyulitkan nelayan untuk menemukan ikan.
Kepala Banten dan Perikanan Banten (DCP), Eli Susionti mengungkapkan pagar bambu atau Cerukuka dengan ketinggian sekitar enam meter. Di daerah sekitar pagar, ada komunitas pesisir yang aktif sebagai nelayan sebanyak 3.888 orang, dan ada 502 petani.
“Panjang 30,16 km mencakup enam sub-area, tiga desa di distrik Kemiri, satu desa di distrik Sakadija,” kata Eli dalam diskusi “,” Diskusi Jakart (7/1) Detecthinan.
Keberadaan pagar laut berlanjut, 14 Agustus 2024 ditemukan. Dan dari laporan populasi. Pagar termasuk dalam bidang penggunaan publik yang dinyatakan dalam Provinsi Regulasi Regional (PerDA) Bantena no. 1 pada tahun 2023. Tahun. Sehubungan dengan perencanaan spasial Provinsi Banten pada tahun 2023-2043.
Pagar misterius, berlanjut, terentang di pelabuhan, mencatat zona nelayan, zona wisata, pelabuhan memancing, zona manajemen energi, dan zona akuakultur. Pagar juga berpotongan dengan rencana tangki offshoren yang memulai Bappenas.
Sementara itu, Kementerian Maritim dan Perikanan (KCP) mengklaim bahwa dia tidak tahu siapa yang membangun pagar. Direktur Perencanaan Laut Ruang Laut KCP Succaryanto mengatakan Ombudsman sedang melakukan pencarian tentang pertanyaan ini.
Dia juga tidak dapat mengkonfirmasi apakah pagar dilakukan untuk pengaduan.
“Yah, kita tidak tahu. Ini (pengembalian) dipelajari hanya ketika ruang laut diajukan dan ada proposal dalam permintaan. Ini adalah pujian,” kata Suharyanto.
“Jika Anda berbicara tentang pembatasan returgion, untuk mengatakan, tunggu sebentar. Karena dalam proses melisensikan ruang laut, harus ada perlindungan lingkungan yang harus dipenuhi dengan kuat,” lanjut.
(Fby / pt)