
Jaket, CNN Indonesia –
Hingga visi di Mandalay, Mianimar, Myanmar, mengungkapkan situasi kacau pada gempa bumi besar 7.7 yang menggerakkan negara itu pada hari Jumat.
Saksi mengatakan orang -orang ingin dan menyebar dari gedung setelah gempa bumi yang kuat terjadi.
“Kami semua meninggalkan rumah ketika semuanya mulai untuk anak laki -laki itu,” saksi itu dikutip oleh Reuters.
“Saya melihat bahwa bangunan lima tahun itu akan pergi ke saya. Semua orang di kota saya keluar di jalan dan tidak ada yang berani kembali ke gedung,” kata saksi.
Saksi lain yang disebut Htet Naing Naoing Oo mengatakan bahwa sebuah toko teh runtuh sampai beberapa orang dinilai.
“Kita tidak bisa masuk. Situasinya sangat buruk,” kata Hatt.
Penerbangan ketiga juga dilaporkan bahwa sebuah masjid di kota itu terluka parah dalam gempa bumi.
Myanmar diayunkan oleh gempa bumi dengan ukuran 7,7 pada hari Jumat (28/3). Gempa bumi telah menyebabkan kerusakan di berbagai bidang, termasuk tempat -tempat bersejarah untuk fasilitas publik yang penting.
Saksi sekarang dilaporkan oleh Mianamar, melaporkan bahwa istana Mandalayal yang bersejarah menderita kerusakan parah karena gempa bumi yang tinggi. Istana yang telah menjadi penduduk Raja Burma terakhir, yang terletak di Mandalay.
Kerusakan juga menghantam jembatan di kota Saga. Bahkan, menurut laporan, jembatan menghabiskan keseluruhan dalam gempa bumi yang mengerikan.
Gempa bumi yang kuat ini juga merasakan ibu kota Bangkok, Thailand.
Perdana Menteri Thailand Partonatran Schinwaitra menghentikan kunjungan resminya ke Pulau Phuket Selatan dan menghilangkan pertemuan yang mendesak karena ia adalah sumber tanah yang merusak, Mianmar,
Menurut Survei Geologi (USGS), getaran), getaran gempa bumi pada skala 7.7 pada Richter dengan pusat di Jananmer juga dirasakan ke Bangkok. Laporan Bangkok Post mengatakan penduduk yang hidup bahwa guncangan itu berlanjut dari gedung.
(DNA)