
Jakarta, CNN Indonesia —
Sosialisasi adalah proses dimana individu belajar dan beradaptasi dengan lingkungannya. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan berlanjut sepanjang hidup.
Sosialisasi merupakan bagian penting dalam proses interaksi sosial karena sebagai makhluk sosial kita selalu berinteraksi dengan orang lain.
Apa itu sosialisasi?
Dikutip dari Modul Pembelajaran Sosiologi SMA Kemendikbud (2020), pengertian sosialisasi adalah proses penyerapan atau penerusan kebiasaan atau nilai dan norma dari satu generasi ke generasi lainnya dalam suatu kelompok atau masyarakat.
Sosialisasi adalah keseluruhan proses seseorang sejak kecil hingga dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal dan beradaptasi dengan orang-orang yang hidup dalam masyarakat sekitarnya.
Secara sederhana pengertian sosialisasi dapat dipahami sebagai proses asimilasi nilai dan norma sosial kepada individu. Melalui sosialisasi, individu menjadi individu atau makhluk sosial.
Ada dua jenis sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Sosialisasi primer merupakan sosialisasi pertama yang dialami seseorang pada masa kanak-kanak.
Pada saat yang sama, sosialisasi sekunder adalah proses selanjutnya yang memperkenalkan individu-individu sosial ke dalam lingkup baru dunia objektif masyarakat.
TUJUAN SOSIOLOGI DARI SOSIOLOGI VOLUME 1: Membekali individu dengan keterampilan tertentu Mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif Melakukan tugas-tugas organik melalui pelatihan introspeksi yang tepat. Masyarakat
Proses sosialisasi
Menurut Lindsley dan Beach (2004), proses sosialisasi dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut: 1. Tahap persiapan
Tahap persiapan dimulai sejak lahir, ketika anak sudah siap belajar tentang dunia sosialnya, termasuk memahami dirinya sendiri. Tahap simulasi
Tahap peniruan (play stage) ditandai dengan peniruan yang lebih sempurna oleh anak terhadap peran-peran yang dimainkan oleh orang dewasa. Pada tahap ini kesadaran akan nama diri sendiri dan nama anggota keluarga mulai terbentuk. Siap untuk tampil di panggung
Pada tahap siap bertindak (tahap bermain), peniruan berkurang dan digantikan oleh peran-peran yang langsung dilakukan oleh diri sendiri dengan penuh kesadaran.
Selain itu, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga meningkat sehingga memungkinkan untuk bermain bersama. 4. Tahap penerimaan norma kolektif
Pada tahap penerimaan norma kolektif (tahap normalisasi), seseorang dianggap sudah dewasa dan dapat menempatkan dirinya pada suatu posisi dalam masyarakat secara keseluruhan. Individu mungkin peduli tidak hanya pada orang yang berinteraksi dengan mereka, tetapi juga komunitas lain.
Artinya sosialisasi, tujuan dan tahapan. Dengan demikian, sosialisasi adalah proses pengajaran atau transmisi kebiasaan atau nilai dan norma dari satu generasi ke generasi lainnya dalam suatu kelompok atau masyarakat.
Salah satu tujuan sosialisasi adalah untuk menyesuaikan perilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Proses sosialisasi terdiri dari empat tahapan yaitu tahap persiapan, peniruan, kesiapan bertindak, penerimaan norma kolektif. (juh/juh)