
Jakarta, CNN Indonesia –
Institut Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menerima 1.063 permintaan untuk korban kekerasan seksual pada tahun 2024. Kejahatan kekerasan seksual (TPKS).
“Pada tahun 2022, tahun pertama Undang -Undang TPKS, 672 permintaan untuk melindungi korban kekerasan seksual,” kata Antonius dalam komentarnya tentang implementasi Undang -Undang TPKS di kantor LPSK, Jakarta, keempat (11 Desember).
“Jumlah itu kemudian meningkat secara signifikan pada tahun 2024, mencapai total 1.063 persyaratan,” lanjutnya.
Berdasarkan data, sebagian besar korban kekerasan seksual telah melamar perlindungan sebagai anak -anak. Jumlah ini mencapai 836 dari 1.063 persyaratan.
Seperti pada tahun 2023-2024, para korban kekerasan seksual diusulkan untuk melindungi LPSK terutama dari Jawa Barat, dengan hingga 431 orang.
Berikut ini adalah DKI Jakart dengan 271 korban kekerasan seksual dan Lampunga dengan 258 korban kekerasan seksual.
Dengan ini, Anton menjelaskan bahwa masih ada beberapa tantangan yang dihadapi pemerintah selama dua tahun, implementasi Undang -Undang TPKS. Misalnya, layanan yang tersedia dan kekuatan sintetis antar organisasi.
“Antara lain, layanan yang tersedia, kekuatan gabungan antara organisasi dan kebutuhan untuk menyelesaikan lebih banyak reaksi dengan para korban,” katanya.
(TSA/MAB)