
Jakarta, CNN Indonesia –
Polisi sedang menyelidiki saksi paling penting yang terkait dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang remaja dengan surat massa pertama (14), terhadap ayah dan neneknya di Sillandak, selatan Jakarta.
Saksi utama dalam kasus ini adalah AP (20), yaitu Mrs Mass. AP dikenal sebagai korban dalam kasus ini dan sedang tinggal di rumah sakit.
“Hari ini, saksi utama yang menyaksikan penganiayaan terhadap ibu,” kata Kepala Polisi Adea Edenal Polisi Jakarta Selatan.
Pemeriksaan AP dilakukan di Polisi Metro Jakarta Selatan. Dalam tingkat AP dengan psikiater karena kondisi yang bersangkutan masih terguncang.
Adi mengatakan bahwa penyelidik pada ujian memeriksa banyak informasi yang terkait dengan MAS, termasuk mengeksplorasi motivasi di balik pembunuhan itu.
Dia berkata: “Ya, itu terkait dengan peristiwa psikiatris dan psikologis dan hal -hal yang dapat kita jelajahi tentang penyebab peristiwa ini sehingga motif nyata dapat ditemukan,” katanya.
“Ya, kami masih menyelidiki motif karena kami mempelajari saksi yang paling penting (saksi Mahkota) yang kami selidiki hari ini.”
Pembunuhan yang dilakukan oleh MAS terjadi pada hari Sabtu (11/30) di pagi hari sekitar pukul 01.00 wibs. Dua orang terbunuh, ayah dari APW (40) dan neneknya, RM (69).
Sementara ibu dari pelaku (AP) menderita luka sengatan dan berhasil menyelamatkan dirinya sendiri. AP juga harus menjalani perawatan medis karena luka yang dideritanya.
Dalam hal ini, MAS ditunjuk sebagai tersangka atau anak yang menangani hukum (ABH). Karena usia, MAS ditugaskan ke status anak -anak sementara (LPA) selama proses peradilan.
Sejauh ini, polisi masih menyelidiki motif untuk MAS bertekad untuk melakukan pekerjaan ini. Polisi juga membantah berita bahwa pembunuhan itu menjadi alasan karena misa itu dipaksa untuk belajar dari orang tua mereka.
(Fea/dis)