
Jakarta, CNN Indonesia –
Stories of Condor Heroes: Gallants menjadi proyek film terbaru dengan bintang Xiao Zhan. Film yang diproduksi dalam film Indonesia masih merupakan hasil dari struktur cerita Condor dan Jin Yong Heroes.
Film ini menceritakan kisah karakter ahli seni militer, Guo Jing (Xiao Zhan) selama dinasti Song Selatan yang didirikan setelah acara Jingkang.
Sinopsis berikut dari Condor Heroes Film Stories: Gallants.
Ketika perang pecah antara orang -orang Mongolia dan Dinasti Jin, Guo Jing (Xiao Zhan) mencari Huang Rong (Zhuang Dafi), wanita itu bertemu dengannya selama dua tahun perjalanannya ke lapangan tengah untuk mendapatkan seni militer dari tujuh orang Jiangnan yang misterius.
Seorang wanita yang membantunya bertemu guru yang lebih baik daripada mantan guru, seorang pelamar utara (Hu Jun) dari lima besar, di mana ia mempelajari seni militer yang kuat dari delapan belas naga.
Pada satu titik, Huang Rong terluka parah, dan Guo Jing membawanya ke punggungnya untuk menemukan selatan yang setia, seorang bhikkhu dari satu cahaya (Wu Hsing-Kuo).
Di sana, ia mempelajari teknik pengajaran kitab suci Novem. Sambil menemaninya untuk pulang ke Pulau Bunga Persik, ia menemukan lebih dari mantan gurunya terbunuh.
Karena mereka telah memperingatkannya tentang ayah Huang Rong, sibuk timur, dia percaya bahwa Huang Rong bertanggung jawab atas kematian mereka dan kemudian meninggalkannya.
Huang Rong pada saat itu ditangkap oleh guru militer Setia Jin Venom West (Tony Leung Ka-Fa-Fa) dan anak buahnya.
Menjadi seniman militer terbaik di dunia, ia mencari kitab suci Novem, yang ia temukan bersama Guo Jing. Huang Rong menggunakan trik untuk menyebabkan konflik di antara mereka.
Jadi, ketika Ouyang Feng sibuk dengan anak buahnya sendiri, ia dapat memotong penjara dengan batu dan melarikan diri dengan melompat ke sungai.
Sementara itu, Guo Jing menyadari kesalahannya dengan menjauh dari Huang Rong dan meninggalkan angin kecil sebagai petunjuk baginya untuk mengikutinya. Sambil beristirahat di ambang sungai, dia mendengar seseorang berbicara dengan sekelompok orang Mongol.
Pria itu, salah satu pendukung Ouyang Feng, mengungkapkan bahwa ia telah meracuni sungai dan hanya akan memberikan obat jika mereka dipatuhi.
Menemukan saudaranya yang tumbuh, Tolui (Alan Aruna), adalah salah satu tentara Mongol, Guo Jing mengintervensi, mengalahkan musuh, dan menyembuhkan para korban keracunan menggunakan teknik seni militer yang telah ia pelajari.
Film ini adalah hasil dari sutradara Tsui Hark berdasarkan tulisan yang ditulisnya. Kisah -kisah Pahlawan Condor: Galak telah dikembalikan ke Cina sejak 29 Januari.
Film ini mulai memasuki film Indonesia sejak 26 Februari. (CHRI)