
Jakarta, cnn indonesia-
Motor Online -Taxi Driver (OJOL), anggota Asosiasi Manajer Lalu Lintas dan Layanan Indonesia (Garda Indonesia), mengadakan protes dalam Pernyataan Kuda Arjuna Wijaya, Kamis (27/2).
Demonstrasi berjudul Ojol 272 harus lebih ditentukan oleh pemerintah yang mengatur peraturan terkait dengan biaya dan diskon biaya aplikasi.
Ketua Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengatakan bahwa tindakan ini adalah bentuk protes terhadap kebijakan pemohon yang dianggap berbahaya bagi manajer.
‘Salah satu jenis kejahatan peraturan yang disebutkan oleh asosiasi adalah hingga 20 %dari peraturan biaya aplikasi pada tahun 2022, menurut keputusan nomor KP KPMenhub 1001, tetapi fakta bahwa manajer online dikurangkan hingga 20 %, tetapi dikurangi dari formulir aplikasi.
Igun juga meminta presiden Indonesia untuk campur tangan karena kementerian tidak mempertahankan peraturan tersebut.
Bahkan, dia curiga bahwa TPPU dan kepuasan telah membebaskan sanksi.
Tiga persyaratan terpenting yang akan diekspresikan dalam ukuran ini adalah:
1 .. Sanksi ketat untuk pelamar yang melanggar aturan
Garda Indonesia menekankan kelemahan pengawasan pemerintah perusahaan platform asing, yang dianggap melanggar peraturan, terutama biaya dan diskon biaya aplikasi.
2 .. 20 %hingga 10 %Tinjauan Biaya Aplikasi
Pada tahun 2022, pengurangan biaya aplikasi harus hingga 20 % berdasarkan nomor KPMub KP 1001. Tetapi di bidang ini, pengemudi mengklaim bahwa ia akan menerima diskon hampir 50 %.
3 .. Promosi yang membahayakan tarif pengemudi dan murah
Garda Indonesia mengurangi laba pengemudi dengan menolak sistem tarif rendah seperti ‘Argo Goceng’ dan ‘slot’. (CAN/DMI)