
Cupang, CNN Indonesia –
Pria Monte Lewotobi di East Flores, NTT, diekstradisi ke Sabtu (1/3). Ketinggian kolom abu disertai hingga 2 kilometer (km).
“Ada letusan Mr. Lewotobia, Nusa Tenggara Timur, 1, dan ketinggian kolom abu diamati ± 2.000 m di atas permukaan laut),” kata kepala pengamatan pria (PPGA), Herman Josef, dalam deklarasi tertulis.
Herman mengatakan bahwa letusan itu direkam secara visual dalam seismogram dengan ukuran maksimum 5,9mm selama sekitar tiga menit selama dua detik.
Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan visual, kolom abu juga diamati abu -abu dengan intensitas tebal yang miring ke arah utara -ovest.
Dia menjelaskan bahwa gunung Lewotobi, seorang pria yang memiliki ketinggian 1,584 meter di atas permukaan laut, masih berhati -hati atau tingkat Level III.
PPGA Lewotobi juga mengimbau publik untuk tidak melakukan kegiatan apa pun dengan radius 5 kilometer dari pusat letusan dan dari negara -negara barat -barat di selatan -Ovest -dalam sinar 6 kilometer.
Herman juga bertanya kepada publik yang tidak mempercayai masalah yang tidak jelas dan tetap damai dan mengikuti instruksi PPGA dan pemerintah daerah.
“Orang -orang di sekitar Mr. Lewotobi menyadari potensi air hujan di sungai yang tinggi di puncak orang -orang Mr. Lewotobia dalam kasus intensitas tinggi, khususnya Dulipal, Gurun, Bora, Nawakote,” kata Herman.
Dianjurkan kepada orang -orang yang terkena dampak abu hujan untuk terus memakai topeng atau hidung dan mulut tutup untuk menghindari bahaya abu vulkanik dalam sistem pernapasan.
(Ely / TSA)