
Jakarta, CNN Indonesia –
Badan Manajemen Kekalahan Nasional (BNPB) mengatakan bahwa dua kematian dan enam orang dilaporkan hilang untuk Flash Rivers di wilayah Vera dan Ambalawi, Bima Regency, West Nusa Tengara, Minggu (2/2).
Sejauh ini, tim gabungan masih berusaha mencari para korban. Kondisi terbaru, kelangsungan hidup dari sungai dilaporkan pada hari Senin (3/2). “Tim bersama saat ini berfokus pada penemuan dan penyelamatan para korban. Sayangnya, pusat informasi, informasi dan komunikasi di Selatan, tim bersama masih tersebar luas di pantai karena kurangnya Abdul Muhtis, Abdul Muhetis.
Abdul mengatakan bahwa di bukit atas Pulau Sangangang, Flash Rivers dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi, yang menawarkan bahan pohon dan batu untuk menabrak penduduk rumah -rumah yang tinggal di pegunungan. Desa NIPA dan Talapas Talapiti), dalam kunjungan Naga, 40 hektar yang dipengaruhi oleh daerah pertanian, tanaman padi dipenuhi dengan penduduk dan sawah dan ladang padi dipenuhi dengan penghuni dan sawah diisi dengan padi. Mandla dua unit rumah setara dengan terluka parah oleh udara. Sementara desa itu cerdas, sebuah rumah terluka berat, sebuah rumah sedikit terluka, dan sebuah rumah terluka berat, “dan berkata. 188.45 / 56 / 07.4 2032 dalam penentuan bima hidromatorologi.
(Push / uo)