
Jakarta, CNN Indonesia –
Menteri Perumahan dan Pemukiman (PCP) Maruarar Sirac O dibuka pada agenda DEWA 19 untuk muncul pada hari Jumat (21/2) di pengenalan agenda Kementerian Perumahan dan Penyelesaian.
Penampilan Dewa 19, yang ditulis Ahmad Dhani dari lampu publik karena dilakukan di tengah -tengah efisiensi anggaran massal Presiden Prabowo Subantic.
Ara, Maurarar -spitzname, menjelaskan bahwa Dewa 19 tampaknya tidak dikenakan biaya atau tidak dibayar di kantornya untuk jalur kantor.
“Tidak ada (anggaran bekas) apbn. Tanyakan kepada Dhani, Dhani -nya tidak ingin dibayar. Dhani berkata,” Dia mengatakan bahwa Kementerian Keuangan Jakarta mengutip Depresi.
Dia mengklaim bahwa dia tidak tahu bahwa alasan mengapa Ahmad Dhani menolak. Ara bahkan mengklaim bahwa peralatan sistem suara Dewa 19 diberikan secara mandiri.
“Dhani, seberapa sering dia bernyanyi di tempat -tempat seperti itu, dia tidak dibayar, termasuk besok, tidak dibayar. Sementara sistem suara tidak datang dari Dhan.” Dia mengatakan mengapa dia menginginkannya, “katanya.
Kementerian Perumahan dan Pemukiman (PKP) menggambarkan band Dewa 19 pada awal logo kementerian. Ini terjadi di tengah efisiensi anggaran.
Itu diketahui dari salinan surat yang diterima oleh cnindonesia.com. Dalam surat itu dari 18 Januari 2025 tahun, logo ini dimulai pada 19.00 WIB di auditorium Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta Selatan.
Surat itu termasuk undangan untuk memulai “logo Kementerian Perumahan dan Pemukiman” dan aplikasi artistik dengan DEWA 19 “.
Menteri PKP Maruarar Sirait menandatangani surat. Surat itu dilengkapi dengan seorang penulis dan segel dari layanan PKP.
Sebelum penuh, Marurar Dewa menemukan 19 rencana panggilan
Pada saat itu, Maruarar meminta perwira baru untuk bekerja dengan cepat untuk orang -orang. Dia mengatakan sudah waktunya untuk bekerja dan ada juga periode pemulihan.
“Aku menelepon Tn. Ahmada Dhani, Dewa, aku bersenang -senang denganmu, kami bekerja tepat waktu. Waktu kita harus menyegarkan, ya, kami berkata,” katanya pada waktu itu.
Sebelum itu, itu dipengaruhi oleh efisiensi anggaran dalam ruang hidup dan pemukiman. Pertama mereka menerima 5,27 triliun rp untuk 2025 rp. Saat ini, kementerian hanya memiliki anggaran Rp3.46 triliunan.
(DHF / PT)