Iaarta, CNN Indonesia –
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Qadir Carding menyatakan bahwa mereka akan menyiapkan saluran khusus yang terkait dengan rumah bersubsidi 20.000 untuk program PMI.
Carding mengatakan saluran khusus akan dirancang untuk memudahkan pekerja migran yang ingin menggunakan program rumah bersubsidi.
“Nanti kita akan menjadikan skema ini sebagai saluran komunikasi yang mudah. Jika kita yakin melalui Direktur Umum Pemberdayaan,” katanya kepada wartawan di Subang, Jawa Barat, Kamis (8/5).
Carding mengatakan bahwa kementerian P2MI juga akan memberikan surat rekomendasi untuk pekerja migran yang memenuhi syarat untuk mengambil rumah bersubsidi.
“Karena data kami adalah sistem yang terintegrasi, itu akan bekerja dengan cepat, tidak akan memakan waktu lama. Buktinya adalah bahwa kami hanya 3 hari,” katanya.
Kementerian P2MI telah secara resmi meluncurkan rumah bersubsidi 20.000 untuk semua Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Carding mengatakan bahwa pada tahap awal peluncuran ini, ada 100 rumah bersubsidi yang akan dikirim ke PMI. Menurutnya, program rumah yang disubsidi untuk PMI sangat bersejarah, karena ini adalah pertama kalinya dilakukan.
Dia mengatakan keberadaan program perumahan bersubsidi juga merupakan bentuk yang solid dari keberadaan negara untuk memberikan keamanan dan pemberdayaan kepada pekerja migran.
“Selama waktu ini kita sering memanggilnya Hero Forex. Oleh karena itu, negara harus hadir untuk merespons, mereka tidak hanya memberi label pahlawan forex, tetapi mereka juga harus menyiapkan program yang dapat memberi mereka perlindungan, memberi mereka pemberdayaan,” mereka menjelaskan.
(TFQ/SFR)